Peristiwa

Plengsengan Pembangunan Taman di Wilayah Mergosono Ambrol Timpa Rumah Warga

INDONESIAONLINE – INDONESIAONLINE – Brek. Suara itu terdengar saat bangunan plengsengan ambrol menimpa rumah di kawasan Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. 

Salah satu rumah yang rusak akibat ambrolnya plengsengan itu adalah rumah milik Mulyadi (55) yang berada di kawasan Jl Kolonel Sugioni Gang 3B RT 7 RW 5.  Plengsengan tersebut ambrol siang ini (Kamis, 26/12) sekitar pukul 11.25.

Anak pemilik rumah, Bagus Setyadi menceritakan jika sejak dibangunnya area tersebut selama dua bulan terakhir ini telah merasakan getaran. Area yang longsor ini kabarnya akan dijadikan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Malang itu.

Ia mengaku, jika para warga sudah berusaha mengingatkan akan kondisi plengsengan yang sudah tidak layak. Namun, keadaan itu tidak mendapat respons dari penanggung jawab tetapi malah terus dibangun tanpa memperbaiki bagian bawah plengsengan.

“Sebelum mulai dibangun, warga sudah banyak yang khawatir atas kondisi plengsengan di bawahnya. Tapi karena kabarnya mau dibangunkan taman bermain untuk anak-anak, ya kami mau saja. Kita sudah mengingatkan (kondisi plengsengan) tapi terus saja ditambah atasnya, dan tidak ada respon apa-apa. Tadi itu tahu-tahu breeekkk gitu,” ungkapnya, 

Pemilik rumah, Mulyadi menambahkan, adanya gejala getaran yang berlangsung setiap hari membuat dirinya menceritakan kepada beberapa warga, dan melapor ke kelurahan. Lantaran, ia khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena getaran tersebut juga menyebabkan rumahnya mengalami retak.

Bahlan, Mulyadi membawa seluruh anggota keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya yang tidak jauh dari rumahnya. 

“Setelah lapor itu ada yang meninjau beberapa waktu lalu. Tapi kami sekeluarga memutuskan ngungsi di rumah tetangga sejak sekitar tiga hari yang lalu. Tadi pun sebelum longsor terjadi, pak Lurah dan perwakilan Babinsa juga sudah meninjau, dan atas sarannya memang lebih baik untuk sementara waktu ya mengungsi dulu,” imbuh dia.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Secara kebetulan, Mulyadi dan keluarganya kemarin (Rabu, 25/12) berinisiatif membawa barang-barang berharga untuk ikut diungsikan.

Sehingga kerugian yang ditaksir atas apa yang dialami sekitar Rp 50 hingga Rp 75 juta. Pihaknya berharap ada yang bertanggung jawab atas kejadian yang menghancurkan rumahnya tersebut.

“Ya, saya berharapnya ada yang bertanggung jawab. Awalnya rumah saya baik-baik saja ya kami inginnya kembali seperti semula,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Kedungkandang, Mabrur mengatakan, terjadinya longsor di kawasan tersebut diduga karena konstruksi pondasi yang kurang kuat. Di mana, bangunan penyangga dan beban atas yang berat menjadikan plengsengan ambrol.

Ia juga mengakui jika laporan akan adanya tanda-tanda gerakan telah diterima sebelumnya. Bahkan pihaknya juga telah mengkoordinasikan dengan instansi terkait. Saat ini, upaya pemberian bantuan kepada pemilik rumah yang terdampak juga tengah dikoordinasikan agar segera mendapat jalan tengah.

“Namanya juga longsor, kita juga tidak tahu. Ini juga sedang tidak hujan, tapi kondisi tanahnya memang labil. Sebetulnya, sejak kami menerima laporan itu sudah diperintahkan untuk peninjauan dan sudav dilakukan tadi pagi. Yang pasti, kami akan terus berkoordinasi dengan BPBD, Dinas PU dan Pak Wali Kota juga, termasuk kami upayakan bantuan untuk pak Mukyadi yang rumahnya terdampak ini,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close