Hukum dan Kriminalitas

Lihat Postingan Medsos Harga Motor Murah, Jangan Mudah Tergoda

INDONESIAONLINE – Masyarakat yang ingin membeli sepeda motor bekas nampaknya harus ekstra waspada. Saat ini modus penipuan motor yang dijual dengan harga miring alias murah di luar harga pasaran banyak ditemukan tersebar di grup-grup media sosial untuk menggaet sasaran.

Seperti halnya di Facebook, banyak grup-grup jual beli yang disusupi akun-akun dengan nama berbeda yang memposting daftar list-list harga kendaraan yang begitu menggiurkan konsumen. Postingan-postingan tersebut juga dibuat dengan susunan kata-kata yang begitu sangat meyakinkan.

Bahkan dalam postingan seperti yang diposting akun bernama Azar Sanjaya di grup jual beli surabaya dagang, dituliskan jika motor yang dijual dengan harga murah tersebut memiliki surat-surat lengkap, baik STNK maupun BPKB serta menjelaskan jika kendaraan merupakan kendaraan aman karena hasil tarikan dari leasing yang akan dilelang.

Dalam postingan Azar, juga dituliskan nama marketing yang lengkap dengan nomor telfon 087816633xx, whatsapp serta instagram atas nama Edi Gunawan. Di bawahnya kemudian diberikan daftar list harga motor diluar harga pasaran.

Seperti misalnya, jenis Honda Vario 150 yang dijual dengan harga Rp 5 juta untuk cash dan jika kredit memberikan uang muka Rp 1 juta dengan angsuran Rp 400 ribu selama 10 bulan. Hal ini berbanding jauh, dengan harga second Honda Vario 150 di pasaran.

Untuk Honda Vario 150 tahun 2015, dilihat dari beberapa situs jual beli kendaraan yang memang kredibel, Honda Vario tahun tersebut masih berada dikisaran harga Rp 15 juta.  Sedangkan untuk keluaran tahun 2016 kurang lebih seharga Rp 16.5 juta.

Begitupun dengan tipe kendaraan lain yang terdapat dalam list yang diposting, juga berbeda jauh dengan harga pasaran kendaran bekas.

Dari situ kemudian, nomor marketing yang tertera, coba MalangTIMES hubungi melalui whatsapp. Ketika pertama kali mengirimkan pesan, pemilik nomor yang mengaku Edi Gunawan dan bekerja di sebuah perusahaan leasing itu menyambut dengan kata-kata ramah.

Di situ ia juga meyakinkan dengan mengirimkan alamat kantornya serta bersedia untuk memberikan bukti perizinan dari pihak kepolisian jika memang tidak ada tindakan penipuan.

Saat ditanya mengenai harga yang murah diluar pasaran, oknum tersebut mengaku jika kendaraan tersebut merupakan kendaraan tarikan dari kreditur macet yang tak bisa menyelesaikan kewajibannya. Sehingga setelah ditarik kendaran tersebut dijual sesuai harga unit.

“Ia bener, untuk masalah harga nya emang wajar jadi bahan pertanya dari Konsumen dikarenakan sangat murah. Tapi kami jelaskan terlebih dahulu bahwa harga murah dikarenakan sisa dari macet kreditnya pihak pemilik awal dan pihak tersebut tidak bisa melanjutkannya, maka dari itu kami tarik dan kami jual Kembali sesuai sisa dari harga unit nya,” balas oknum marketing yang bernama Edi.

Untuk lebih menggali informasi lagi, kemudian MalangTIMES mencoba menghubungi oknum tersebut dengan sambungan video call. Namun beberapa kali mencoba panggilan video call MalangTIMES tak pernah diangkat.

“Mohon maaf ya mas yang kami butuhkan adalah konsumen yang bisa saling memercayai satu sama lain, kepercayaan itu ialah modal awal untuk kesuksesan, bagi kami harta yang paling utama itu adalah kejujuran dan kepercayaan,” balas oknum yang mengaku bernama Edi itu.

Dan setelah itu, MalangTIMES kembali menelepon dan mengirimkan pesan pertanyaan kepada oknum marketing tersebut, namun kali ini, pesan tersebut tak tersampaikan karena nomor dari MalangTIMES telah diblokir oleh oknum tersebut.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menegaskan agar masyarakat lebih waspada lagi dan patut curiga terhadap barang-barang yang dijual dengan harga di luar kewajaran.

Sebab, jika masyarakat tergoda dan masuk perangkap oknum penipu, yang didapat bukanlah kendaraan melainkan kerugian.

“Harus waspada, jangan sampai jadi korban. Jika memang ingin membeli kendaraan, pergi ke showroom resmi. Cek juga surat-surat kendaraan. Jika tidak lengkap jangan sampai dibeli, bisa jadi kendaraan dugaan hasil curian. Jika tetap dibeli, nanti ada laporan dengan ciri-ciri kendaran sama dengan seperti yang dibeli, maka bisa jadi malah harus berurusan dengan hukum,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close