Ekonomi

Mahasiswa UIN Malang Siap Ubah Citra Buruk Sungai Brantas

INDONESIAONLINE – Sungai Brantas memiliki image yang buruk di mata dunia. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Environmental Science and Technology menyebut bahwa Sungai Brantas merupakan salah satu sungai yang layak untuk ‘disalahkan’ atas terjadinya polusi sampah plastik di samudera. 

Para ilmuwan dari dua lembaga di Jerman, Pusat Penelitian Lingkungan Helmholtz dan Universitas Ilmu Pengetahuan Terapan Weihenstephan-Triesdorf menerangkan, Sungai Brantas dan 9 sungai lainnya, setiap tahunnya menyumbang hampir empat juta ton sampah plastik ke laut atau sekitar 88%-95% dari total sampah plastik di lautan.

Seperti yang diketahui, air sungai Brantas berasal dari Gunung Arjuno di Malang dan mengalir melintasi Blitar, Tulungagung, Kediri, Jombang, Mojokerjo, dan bermuara di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Mengatasi hal ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggandeng 16 perguruan tinggi negeri (PTN) untuk mengatasi pencemaran di Sungai Brantas melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Brantas Tuntas.

Langkah ini diambil guna membersihkan sungai terpanjang di Jatim itu dari sampah plastik hingga popok yang beberapa waktu lalu banyak ditemukan di aliran Sungai Brantas. Melalui KKN ini, para mahasiswa juga wajib mengedukasi masyarakat sekitar lokasi agar menjaga kebersihan sungai serta membuat lingkungan sehat.

Salah satu PTN yang turut berkontribusi dalam program ini adalah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang).

Di lapangan utama UIN Malang, Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg melepas 2.973 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2020 yang melaksanakan KKN Brantas Tuntas.

Ketua Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang Dr Tutik Hamidah mengungkapkan, program ini dilaksanakan untuk mengubah citra buruk Sungai Brantas.

“Sesuai amanah gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menitipkan program Brantas Tuntas. Program ini ditujukan untuk merubah imej Sungai Brantas yang tercatat sebagai salah satu sungai terkotor di Indonesia. Program Brantas Tuntas meliputi pembersihan, penghijauan, dan edukasi masyarakat sekitar sungai,” bebernya.

Ia menyatakan, peserta KKM ini akan ditempatkan di 188 desa yang berada di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

“Berkontribusi di masyarakat berarti seseorang membuktikan ia tidak abai dengan lingkungannya. Kesadaran seperti inilah yang coba dibangun oleh UIN Malang sebagai universitas berbasis Islam,” katanya.

Cara berkontribusi pada masyarakat, masih kata Tutik, bisa dilakukan dengan beragam cara. Seseorang dapat turut serta dalam kegiatan yang telah terprogram rutin di lingkungannya. Juga, membuat program yang belum ada yang tentunya bertujuan untuk peningkatan kualitas orang-orang di suatu area.

Semua mahasiswa KKM ini diharapkan bisa mempraktikkan ilmu yang dipelajarinya selama kuliah di kampus. Sehingga ilmunya benar-benar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat secara nyata.

“Semoga selama KKM berlangsung tidak ada kendala dan semua yang telah diprogramkan bisa terwujud dan utamanya bisa membantu untuk mengembangkan masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Prof Haris menyampaikan bahwa sudah selayaknya mahasiswa yang merupakan bagian dari Perguruan Tinggi turut serta dalam membangun masyarakat.

“Hal ini tak hanya terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun juga sebagai wujud nilai kemanusiaan yang memberi manfaat bagi sekitarnya. Sebelum bertitel sarjana, kalian sudah harus memberi sumbangsih untuk mengedukasi masyarakat,” lugasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close