Peristiwa

Tempat Usaha Penggorengan Kerupuk Terbakar, Seorang Karyawan jadi Korban

INDONESIAONLINE – Memasuki penghujung tahun 2019, si jago merah seolah belum jengah untuk beraksi di wilayah Kabupaten Malang. 

Terbukti, Kamis (26/12/2019) petang, petugas pemadam kebakaran dibuat kelabakan saat memadamkan kobaran api di sebuah rumah sekaligus tempat usaha penggorengan krupuk yang berlokasi di Dusun Melok’an, Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung.

”Kasusnya masih dalam penyidikan. Dari hasil pendalaman di lokasi kejadian serta keterangan beberapa saksi, penyebab kebakaran diduga karena bocornya regulator gas elpiji,” kata Kapolsek Jabung, AKP Syamsul Hidayat.

Kepada MalangTIMES.com, Syamsul menjelaskan jika insiden kebakaran ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. 

Adalah Dedik, salah satu karyawan penggorengan krupuk, yang kali pertama mengetahui insiden kebakaran ini.

Kepada petugas, pria 25 tahun itu mengaku jika sesaat sebelum kebakaran terjadi, pihaknya sempat mengganti tabung gas elpiji. 

Ketika itulah, regulator yang dipasang ke dalam katup tabung gas bocor.

Disaat bersamaan, api yang keluar dari sela-sela regulator menyambar minyak penggorengan kerupuk. 

”Ada tiga kompor penggorengan, api dari regulator yang bocor tersebut menyambar minyak panas yang ada di tiga wajan penggorengan krupuk,” terang Syamsul.

Mengetahui kejadian itu, Dedik beserta ketiga karyawan lainnya berusaha memadamkan kobaran api yang menyambar minyak pengorengan tersebut. 

Bukannya padam, api justru semakin berkobar.

Hingga akhirnya, lengan tangan Dedik pun terbakar akibat tersambar api.

”Sesaat setelah kebakaran terjadi, korban yang mengalami luka bakar dibagian lengan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Panti Nirmala untuk mendapatkan penanganan medis,” sambung Syamsul.

Di sisi lain, percikan api dari minyak panas dengan cepat menjalar ke atap rumah yang dijadikan tempat usaha penggorengan krupuk, sebelum akhirnya menghanguskan seluruh ruangan rumah milik Misranto tersebut.

”Api begitu cepat merambat, satu bangunan atap mushola dan tiga rumah warga yang ada disekitar lokasi kejadian juga ikut terbakar,” ungkap Syamsul.

Mengetahui kejadian ini, masyarakat setempat sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. 

Insiden kebakaran ini juga sempat dilaporkan ke pihak kepolisian sebelum akhirnya dilanjutkan ke PMK Kabupaten Malang.

Mendapat laporan, petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Jabung, Muspika, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), petugas PMK Kabupaten Malang dan relawan diterjunkan ke lokasi kejadian.

”Tidak ada korban jiwa. Informasinya satu orang karyawan yang mengalami luka bakar di lengannya kondisinya saat ini sudah berangsur membaik,” ujar Syamsul yang juga pernah menjabat sebagai Kasat Reskoba Polres Malang ini.

Perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu ini menambahkan, meski dipastikan tidak ada korban jiwa. 

Namun kerugian yang dialami oleh Ahmad Masrukin Kurniawan selaku pemilik usaha penggorengan kerupuk ini, ditaksir mencapai ratusan juta.

”Sementara ini, kebakaran di rumah tempat usaha yang merembet ke bangunan mushala dan tiga rumah warga ini diperkirakan menelan kerugian mencapai Rp 300 juta,” ujar Syamsul.

Terpisah, Kepala bidang PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran) Kabupaten Malang, Goly Karyanto, menuturkan guna memadamkan kebakaran. 

Pihaknya menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. 

”Api baru bisa dipadamkan sekitar 3 jam paska musibah kebakaran terjadi,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close