Peristiwa

Tidak Terima Kantornya Diluruk Pemuda Pancasila, Kurator Tirtasani Royal Resort Layangkan Aduan Ke Polres Malang

INDONESIAONLINE – Sekitar 2 jam setelah kantor Tirtasani Royal Resort diluruk anggota organisasi paramiliter Indonesia. Kamis (26/12/2019) petang, rombongan kurator dikabarkan langsung merapat ke Kabupaten Malang guna mendalami kasus tersebut.

”Ini saya masih di luar kota, posisi sudah di bandara mau ke Malang (Kabupaten). Kita lihat dulu mas, aku belum tahu kondisi dan fakta lapangan,” kata Kurator Tirtasani Royal Resort, Mochmad Achsin, saat dihubungi MalangTIMES.com, sesaat setelah aksi penggerudukan massa terjadi, Kamis (26/12/2019) petang.

Dari pantauan wartawan, Achsin terbang dari Surabaya sekitar pukul 18.00 WIB. Setibanya di Kabupaten Malang, pihaknya langsung mendatangi beberapa karyawan Tirtasani Royal Resort untuk mencari tahu duduk permasalahan, yang menyebabkan kantor yang berlokasi di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang tersebut diluruk puluhan massa.

Setelah berdiskusi selama 2 jam, sekitar pukul 21.00 WIB rombongan Tirtasani Royal Resort dan kurator-nya langsung meluncur ke Polres Malang untuk melayangkan aduan. Sejam berselang, rombongan yang berjumlah 5 orang tersebut tiba di Kantor Mapolres Malang yang berlokasi di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dengan mengendarai 2 unit mobil pribadi, rombongan Tirtasani tersebut langsung menuju ke ruangan Satreskrim Polres Malang, setelah sebelumnya memarkirkan kendaraan mereka di halaman Lapangan Satya Haprabu Polres Malang.

Dari pengamatan wartawan di lokasi, nampak salah seorang sedang membawa berkas yang disimpan di dalam map dan tas jinjing tersebut.  Sedangkan 2 orang lainnya nampak mengiringi langkah perlahan dari pria berkacamata. Sedangkan seorang lainnya berjalan mendahului pria yang nampak sudah sepuh tersebut. Iya, dialah Kurator Perum Tirtasani Royal Resort, Mochmad Achsin.

Setelah memasuki ruangan Satreskrim Polres Malang, rombongan langsung diarahkan ke ruang Unit IV Satreskrim Polres Malang. Di sanalah proses pengaduan berlangsung.

Satu jam berselang, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan kurator Tirtasani Royal Resort nampak keluar dari ruangan. ”Sebentar mas, bapak (Achsin) masih kecapekan, baru sampai dari perjalanan jauh soalnya. Biar istirahat dulu ya, langsung koordinasi ke Unit IV saja,” kata salah seorang pria yang kemudian bergegas pergi meninggalkan lokasi parkiran mobil.

Keesokan harinya, Jumat (27/12/2019) panggilan wartawan melalui telphone selular direspons oleh Achsin. ”Maaf saya sudah di Surabaya, gimana-gimana,” katanya.

Terkait kedatangannya di Polres Malang, Kamis (26/12/2019), Achsin mengaku jika pihaknya telah melayangkan aduan ke pihak kepolisian terkait aksi penggerudukan massa ke kantor Tirtasani Royal Resort. ”Yang kami laporkan ke Polres Malang itu AG (inisial). Dulunya dia adalah karyawan Tirtasani Royal Resort. Bagian SDM (Sumber Daya Manusia) kalau tidak salah,” ungkap Achsin.

AG diadukan ke pihak kepolisian, lanjut Achsin, lantaran terlibat dalam kasus penggerudukan massa ke kantor Tirtasani Royal Resort, Kamis (26/12/2019) sore. ”AG ikut rombongan (saat aksi massa terjadi), kami tidak tahu apakah dia yang menggerahkan massa. Biar polisi saja yang membuktikannya nanti,” terangnya.

Seperti yang sudah diberiakan, Kamis (26/12/2019) sore, sekitar 30 orang yang nampak mengenakan atribut Pemuda Pancasila meluruk kantor Tirtasani Royal Resort.

Rombonga tiba ke lokasi dengan mengendarai sekitar 5 mobil. Setibanya di kantor yang berlokasi di Kecamatan Karangploso tersebut, puluhan massa langsung meringsek masuk kedalam ruangan kantor. Bahkan mereka enggan untuk pergi, dan berdalih sedang menjalankan tugas dari seseorang. Seseorang yang dimaksud, diakuinya merupakan pemegang saham Tirtasani Royal Resort.

Tersiar kabar, aksi puluhan massa yang diduga anggota Pemuda Pancasila ini terjadi setelah adanya keputusan pengadilan niaga. Dimana dalam keputusannya, menyatakan jika Tirtasani Royal Resort dianggap telah pailit. Sehingga wewenang dan penggelolaan berada dibawah arahan kurator.

Kemungkinan, ada beberapa oknum yang merasa tidak terima dengan keputusan pengadilan tersebut. Alhasil, beberapa oknum itu kemudian meminta bantuan Pemuda Pancasila untuk meluruk kantor Tirtasani Royal Resort.

”Dia (AG) kami adukan ke polisi atas tuduhan pasal 167 KUHP,” sambung Achsin kepada MalangTIMES.com.

Sebagai informasi, pasal 167 KUHP ini membahas tentang tuduhan telah memaksa masuk ke dalam rumah, ruangan atau pekarangan tertutup, yang dipakai oleh orang lain dengan melawan hukum. ”Sementara ini kami hanya mengambil langkah hukum (pengaduan), selain itu belum ada langkah selanjutnya. Nanti masih akan kami bahas,” ujar Achsin.

Disisi lain, pihak kepolisian yang mendapatkan laporan dari kurator mengaku bakal menindaklanjuti kasus tersebut. Seperti apa kelanjutannya, simak terus pemberitaan MalangTIMES.com.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close