Pemerintahan

Dari 27 Ribu Desa Tertinggal di Indonesia, Pemerintah Menetapkan Skala Prioritas Berikut Ini

INDONESIAONLINE – Dengan mengendarai mobil Toyota Alphard nopol RI-40, Menteri Desa PDTT RI (Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia) Abdul Halim Iskandar, tiba di Rest Area Bululawang, Sabtu (28/12/2019) pagi.

Setibanya di kawasan yang berlokasi di Jalan Raya Bululawang, Kabupaten Malang tersebut.

Abdul Halim Iskandar yang didampingi Bupati Malang HM Sanusi beserta rombongannya menyempatkan diri berdialog interaktif dengan masyarakat setempat.

”Fokus pemerintah pada 5 tahun ke depan, adalah mengentaskan desa tertinggal yang ada sampai saat ini,” kata Halim saat memulai diskusi di kawasan Rest Area Bululawang.

Semula, lanjut Halim, target dari Kementrian Desa PDTT adalah mengentaskan 10 ribu desa tertinggal yang ada di Indonesia. 

Namun setelah didiskusikan dengan Presiden RI, Jokowi berpendapat jika hanya 10 ribu maka akan ada banyak desa tertinggal yang tidak terangkat statusnya.

Berangkat dari pertimbangan itulah, pemerintah akhirnya sepakat untuk mengentaskan 22 ribu desa tertinggal, agar menjadi desa maju. 

”Saat ini ada 27 ribu desa tertinggal di Indonesia. Dari jumlah tersebut hanya disisakan 5 ribu desa, artinya dalam periode pemerintahan saat ini harus bisa mengubah sekitar 22 ribu desa tertinggal menjadi desa maju,” tegasnya.

Ketika ditanya alasan tidak diprioritaskannya 5 ribu desa tertinggal, Halim mengaku jika semua desa tertinggal saat ini harus dientaskan semua.

Maka pemerintah tidak akan mampu, terutama terkait alokasi anggarannya.

”Sebanyak 5 ribu desa itu tidak ditinggalkan, tapi disisakan. Karena tidak kuat kalau harus mengentaskan 27 ribu desa tertinggal dalam kurun waktu hanya 5 tahun. Target kami (Kementrian Desa PDTT) semula hanya mengentaskan 10 ribu desa, sekarang meningkat jadi 22 ribu desa. Menurut saya itu sudah menjadi komitmen yang luar biasa dari pemerintah terkait pembangunan desa,” ujar Halim saat ditemui awak media usai dialog interaktif dengan masyarakat di kawasan rest area Bululawang berakhir.

Sebelum meninggalkan lokasi kunjungan kerja di rest area tersebut, Halim juga menyempatkan diri untuk melakukan peninjauan ke lapak jualan para pedagang. 

Para penjual pun terlihat begitu antusias saat mengobrol dengan orang nomor satu di Kementrian Desa PDTT tersebut.

Setelah berkeliling ke beberapa toko, pria berkaca mata itu bergegas masuk ke dalam mobil sebelum akhirnya melanjutkan agenda kunjungan ke objek wisata Boonpring, yang berlokasi di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close