Pemerintahan

Entaskan 22 Ribu Desa Tertinggal, Kementrian Desa Bakal Tinggatkan Kualitas Pendamping Desa

INDONESIAONLINE – Tahun 2020 mendatang, Kementeri Desa PDTT RI (Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia), akan fokus melakukan peningkatan kapasitas yang dimiliki oleh pendamping desa.

Hal itu disampaikan langsung oleh Mentri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Malang, Sabtu (28/12/2019). 

”Ini (peningkatan kapasitas pendamping desa) sudah menjadi komitmen Presiden RI. Para pendamping desa harus melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin, harus mendampingi segala program yang ada di desa, termasuk pembangunan desa,” kata Halim saat memberikan sambutannya ketika mengunjungi Eko Wisata Boonpring, Sabtu (28/12/2019).

Saat mengunjungi salah satu wisata unggulan yang ada di Kabupaten Malang tersebut, Halim menuturkan jika pihaknya akan melakukan upaya peningkatan kapasitas dengan cara memberikan pelatihan serta pembinaan terhadap pendamping desa yang ada saat ini.

”Jika kapasitas SDM (Sumber Daya Manusia) para pendamping desa sudah mumpuni, maka proses pendampingan akan lebih maksimal. Dengan demikian yang akan diuntungkan ya Kepala Desanya, termasuk para warganya,” jelas Halim.

Ketika ditanya apakah akan melakukan penambahan kuantitas pendamping desa. 

Halim mengaku jika dalam waktu dekat ini, pihaknya tidak akan melakukan rekruitmen pendamping desa baru. 

Sebagai gantinya, Kementrian Desa PDTT akan memaksimalkan jumlah pendamping desa yang ada untuk lebih dioptimalkan kapasitasnya.

”Pemerintah lebih fokus peningkatan kualitas pendamping desa ketimbang menambah jumlah pendamping desa. Makanya tidak pakai rekruitmen baru, soalnya nanti akan mulai dari nol lagi. Yang sudah ada saja kita maksimalkan dulu, nanti akan kita evaluasi bersama dimana yang kurang kita benahi,” terang Halim.

Masih menurut Halim, kinerja para pendamping desa saat ini terbilang sudah cukup mumpuni.

Hanya saja masih perlu peningkatan di berbagai sisi. Terutama di sektor pembangunan.

”Sejauh ini sebenarnya sudah cukup bagus, tapi masih perlu ditingkatkan lagi kualitasnya. Misal pada sisi pembangunan dan sinergitas antara pendamping desa dengan Kepala Desa. Kemudian terkait akurasi laporan para pendamping terkait apa yang ada didesa juga masih perlu ditingkatkan lagi,” ungkap Halim.

Kebijakan peningkatan kapasitas para pendamping desa ini, imbuh Halim, sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Komisi D, Provinsi Jawa Timur, Khofidah.

”Untuk memajukan desa tertinggal memang diperlukan sinergitas mulai dari pemerintah pusat (RI) hingga pemerintah daerah. Target kedepan, sebanyak 22 ribu desa tertinggal harus segera dientaskan agar menjadi desa maju. Untuk itu perlu peran dari semua pihak, termasuk pendamping desa,” ujar Halim.

Usai memberikan sambutan, orang nomor satu di Kementrian Desa PDTT ini, menyempatkan diri untuk meninjau beberapa lapak pedagang yang ada di Eko Wisata Boonpring. 

Dengan didampingi Bupati Malang HM Sanusi beserta rombongan, Halim juga sempat mengabadikan moment untuk nge-vlog bersama dengan pengunjung objek wisata yang ada di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang tersebut.

”Saat ini kami sedang berada di Boonpring, disini tempatnya bagus. Selain itu juga ada 72 jenis pohon bambu yang terdapat di wisata Boonpring,” ujar Halim sembari mengatakan jika video tersebut akan dijadikan laporan ke Presiden RI, Joko Widodo.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close