Politik

Banyak Aspirasi dari Masyarakat, Berikut Tanggapan DPRD Kota Malang Dapil V Lowokwaru di Acara Ngopi Bareng

INDONESIAONLINE – Sejumlah aspirasi masyarakat tentang permasalahan di Kota Malang yang didapat anggota DPRD Dapil V Lowokwaru pada acara Ngopi Bareng yang digelar LPMK Kelurahan Tlogomas akan diselesaikan satu per satu.

Enam dari sembilan anggota dewan yang diundang untuk menghadiri acara Ngopi Bareng tampak sangat antusias mendengarkan aspirasi atau saran yang didengungkan oleh masyarakat Kecamatan Lowokwaru terutama di wilayah Kelurahan Tlogomas.

Ke enam anggota dewan tersebut adalah Made Rian Diana Kartika (PDIP), Nurul Setyowati (PDIP), Ahmad Farih Sulaiman (PKB), Retno Sumarah (Golkar), Jose Rizal (PSI) dan Fuad Rahman (PKS).

Dari enam anggota DPRD itu, Made Rian Diana Kartika adalah yang paling banyak menjawab pertanyaan karena selain ia warga Kelurahan Tlogomas juga merupakan Ketua DPRD Kota Malang.

Akan tetapi, beberapa pertanyaan dari warga juga dijawab oleh anggota lain Fuad Rahman dan Retno Sumarah yang berada di Komisi C.

“Komisi C adalah membawahi bidang pembangunan, jadi kami itu pasti ada keluhan mengenai jalan lubang, jembatan yang beberapa waktu lalu viral dan lain-lain. Dan kami akan selalu berupaya untuk menyelesaikan permasalahan di Kota Malang dengan maksimal,” ungkap politisi dari PKS, Fuad Rahman.

Sementara itu, anggota dewan Jose Rizal yang berada di Komisi B bidang perekonomian dan keuangan dari PSI menanggapi aspirasi masyarakat yang banyak menyoroti toko modern yang tumbuh di Kota Malang.

“Untuk toko modern jaraknya minimal 500 meter, itu sudah aturan. Saya sering bicara dengan orang-orang yang menyerukan toko modern supaya tidak lebih banyak daripada toko kelontong. Nah, di sini toko modern kadang juga (secara tidak langsung) memberikan jaminan bagi pembeli, misal beli rokok jam 1 malam adanya dimana?Tapi setiap toko modern saat ini juga memberikan slot tertentu bagi usaha mikro, itu saya pikir sudah bagus. Dan, kalau Ranperda sudah didok nantinya ijin baru tidak boleh, hanya perpanjangan yang boleh,” papar Jose Rizal.

Di sisi lain, Nurul Setyowati dan Ahmad Farih Sulaiman yang berada di Komisi D bidang pendidikan dan kesehatan menanggapi permasalahan zonasi sekolah, karena masih banyak sekali masyarakat yang belum ‘siap menerima’ keputusan tentang zonasi sekolah.

“Jika dilihat zonasi untuk sekolah itu memang untuk menyamaratakan sekolah, jadi supaya tidak ada sekolah favorit. Dan rencananya Pemkot Malang juga akan menambah sekolah untuk menanggapi masalah masyarakat yang mengeluhkan anaknya tidak diterima di negeri kemudian di sekolah swasta biayanya terlalu tinggi,” ungkap Nurul Setyowati.

Dari semua pembahasan tersebut warga Kelurahan Tlogomas maupun masyarakat wilayah Kecamatan Lowokwaru yang sengaja hadir dalam acara Ngopi Bareng itu sangat khidmat menikmati setiap pembicaraan bersama anggota DPRD Kota Malang. Bahkan tidak terasa mereka sampai menghabiskan Sabtu (28/12/2019) malam hingga berganti hari. Acara tersebut akhirnya ditutup oleh Camat Lowokwaru, Imam Badar tepat pukul 01.00, tapi masyarakat nampak masih kurang untuk mengutarakan aspirasinya kepada anggota dewan pilihannya tersebut.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close