Lingkungan

Banyak Temuan Bangunan Liar di Bantaran Sungai, Pemkot Malang Bakal Panggil Pemilik Lahan

INDONESIAONLINE – Maraknya bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Seperti belum lama ini, di sekitaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas wilayah Gadang terdapat bangunan liar berdiri dan ditempati oleh penduduk untuk tinggal.

Wali Kota Malang Sutiaji saat melakukan peninjauan dalam rangka GASS (Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen) belum lama ini langsung melakukan tindakan. Kandang ayam di sekitar area tepi sungai langsung diminta untuk dibongkar, karena dianggap tidak memiliki izin dan bukan tidak mungkin bisa menyebabkan bahaya jika kondisi air tinggi.

“Bangunan-bangunan yang liar memang ada yang sudah kami bersihkan dan dibongkar. Jadi kami zero tolerant, ketika dikaji secara hukum bahwa itu melanggar, maka di sini tidak menutup kemungkinan akan kita tindak sesegera mungkin,” ujarnya.

Sementara terkait beberapa bangunan di wilayah tersebut, ia menjelaskan akan dilakukan kajian terkait perizinan pendirian bangunannya. Yang pasti, pihaknya tidak akan membiarkan begitu saja ada bangunan di area yang seharusnya terlarang.

“Ini masih akan kita kaji, bukan kami putuskan dibongkar. Tapi kami lihat dulu, bagaimana berkas-berkas kepemilikan bangunan itu. Izin mendirikan bangunan, dari DAS apakah kemungkinan ada izin, kita akan lihat semua. Baru kita tindak sesegera mungkin,” imbuhnya.

Pihaknya meminta Satpol PP pada Senin besok (Senin, 30/12) untuk memanggil pemilik rumah yang berdiri di area Sungai Brantas tersebut. Sehingga setelahnya bisa segera dilakukan penindakan secara tepat. 

“Hari Senin sudah bisa saya kira melakukan panggilan pemilik rumah-rumah yang ada di sini. Setelah kita cek dia punya apa, nanti perkembangan penindakan setelah ada pemanggilan,” tandasnya.

Sementara, salah satu pengguna rumah Khusnul mengaku menempati area itu sudah selama satu tahun. Wanita berusia 32 tahun itu selama ini membayar sebesar Rp 300 ribu untuk menempati tempat tinggal itu. Ketika memang keputusannya harus digusur, ia mengharapkan ada jeda waktu agar punya kesempatan untuk berbenah dan pindah.

“Kalau jujur, misal digusur langsung kan nggak dapat apa-apa. Kami minta kebijaksanaan saja, jangan langsung digusur begitu saja. Karena kalau pindah harus ada persiapan dulu,” ungkapnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close