Kesehatan

Berikan Pelayanan Kesehatan Remaja, Tahun Depan Dinkes Gelontor Rp 3,3 Miliar

INDONESIAONLINE – Persoalan stunting, rupanya, bukan hanya bisa dicegah saat bayi sudah lahir. Di samping itu, kesehatan sejak dini atau di usia remaja sudah harus mulai diperhatikan.

Nah, di Kota Malang kasus stunting masih masuk kategori tinggi. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang menyebut, hingga November 2019 lalu, angka stunting mencapai 1.640 kasus. Jumlah tersebut memang sudah mengalami penurunan 19,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai angka 2.000 kasus.

Salah satu upaya yang digencarkan untuk penenkanan stunting yakni dengan pelayanan kesehatan usia produktif atau sejak remaja. Jika sejak remaja sudah mendapatkan asupan gizi dan menjaga kesehatan dengan baik, stunting dapat dicegah.

Bahkan secara khusus, Dinkes Kota Malang menganggarkan untuk pelayanan kesehatan pada usia produktif atau remaja dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Malang. Besarnya mencapai Rp. 3.3 miliar. Dana pelayanan kesehatan tersebut diperuntukkan kepada 601.52 jiwa. “Itu yang menjadi fokus kami juga untuk tahun ini,” ungkap Kepala Dinkes Kota Malang Supranoto.

Ia menjelaskan, upaya pendampingan dan pemantauan juga dilakukan untuk selalu mengetahui kondisi ibu hamil. Sehingga jika diperlukan, upaya khusus pada ibu dalam kondisi khusus dapat langsung ditangani.

Misalnya, saat anak lahir dinyatakan sehat dan terpenuhi gizi, maka proses pendampingan akan berlanjut melalui imunisasi saat anak masuk usia sekolah. Sementara dalam kondisi remaja akan diberikan edukasi hingga suplemen penambah darah khususnya bagi remaja putri.

“Yang paling penting itu, suplemen bagi perempuan. Dan itu memang harus diperhatikan sejak remaja. Supaya saat mengandung nanti, bisa dalam kondisi baik gizinya,” ungkapnya.

Diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini terutama terjadi pada seribu hari pertama kehidupan (HPK) otak sehingga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close