Ekonomi

BPJS Ketenagakerjaan Malang Mulai Petakan Perusahaan untuk Program Jaminan Pensiun

INDONESIAONLINE – Jaminan pensiun merupakan salah satu program nasional pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan. 

Melalui program ini, peserta BPJAMSOSTEK ditargetkan mampu menikmati hari tuanya meski sudah tak lagi berpenghasilan penuh.

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Malang, Cahyaning Indriasari menyampaikan, program jaminan pensiun wajib diikuti perusahaan dengan kategori menengah ke atas. 

Saat ini, di Malang masih belum ada perusahaan yang mengikutkan karyawannya dalam program tersebut.

“Kepesertaan jaminan pensiun ini secara otomatis mengikuti empat program sekaligus, dan tentu dengan iuran yang lebih besar. Itu juga sepertinya yang membuat perusahaan berfikir,” katanya pada wartawan belum lama ini.

Perempuan berhijab itu lebih jauh menyampaikan, upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kepesertaan program Jaminan Pensiun adalah bekerjasama dengan pengawas ketenagakerjaan. 

Kerjasama itu diharapkan mampu memetakan perusahaan mana saja yang masuk kategori wajib untuk turut dalam program tersebut. 

Selain itu juga terus dilakukan sosialisasi kepada setiap perusahaan yang ada di Malang.

“Selama ini perusahaan banyak yang mengikuti program sampai jaminan hari tua dan belum sampai jaminan pensiun. Karena sifat pekerjaan mereka,” tambahnya.

Lebih jauh Cahyaning menyampaikan, jaminan hari tua dan jaminan pensiun memiliki perbedaan. 

Salah satu yang paling mencolok adalah pembayaran manfaat. 

Di mana pembayaran manfaat Jaminan Hari Tua bisa diserahkan sebagian sampai batas tertentu setelah kepesertaan mencapai minimal 10 tahun.

Besaran iuran JHT sendiri sebesar 5,7 persen dari besarnya upah yang dilaporkan. 

Dengan rincian 3,7 persen iuran ditanggung oleh pemberi kerja dan sisanya ditanggung oleh pekerja. 

Sedangkan bagi mereka yang tidak menerima upah atau bukan pekerja akan didasarkan pada jumlah nominal yang ditetapkan secarara berkala.

Sementara untuk Jaminan Pensiun, pembayaran manfaat dilakukan setiap bulan layaknya dana pensiun pada umumnya. 

Pembayaran manfaat JP ini sendiri memiliki batas dan jangka waktu tertentu.

Untuk kategori pensiun yang disebabkan karena sudah memasuki masanya akan diterima hingga meninggal dunia. 

Hal itu berlaku bagi penerima manfaat yang pensiun akibat cacat atau kecelakaan atau penyakit. 

Di mana mereka akan terus menerima manfaat setiap bulannya hingga meninggal dunia.

Iuran JP sendiri sebesar 3 persen dari upah yang diterima. 

Dengan rincian pembayaran 2 persen oleh pihak pemberi kerja dan sisanya oleh pekerja.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close