Pemerintahan

Dana Desa Kabupaten Malang Rp 383,84 Miliar, Skema Transfer Langsung ke Desa

INDONESIAONLINE – Pemerintah pusat mengubah skema transfer dana desa (DD) tahun 2020 mendatang. Awalnya, anggaran ratusan juta sampai miliaran rupiah untuk per desa ditransfer atau dipindahbukuan dari rekening kas umum negara (RKUN) ke rekening kas umum daerah (RKUD). Tahun depan, hal ini diubah menjadi langsung dari RKUN ke rekening desa.

Perubahan skema ini sesuai dengan yang tertulis dalam surat Kementerian Keuangan RI Direktorat Jenderal Perbendaharaan nomor S 1825/WPB.16/KP.04/2019 terkait data supplier dana desa 2020 tertanggal 20 Desember 2019 serta ditujukan ke BPKAD Kabupaten Malang, BKD Kota Batu, dan Kabupaten Pasuruan. Khususnya dalam point 1 yang menyatakan, “penyaluran dana desa TA 2020 akan dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari RKUN ke rekening kas desa.”

Informasi perubahan skema penyaluran DD 2020 yang secara jumlah nominal meningkat dibandingkan tahun 2019 ini, yakni Rp 72 triliun, dipertegas oleh pernyataan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, saat berkunjung ke Kabupaten Malang, Sabtu (28/12/2019) kemarin.

Halim menyampaikan di depan para kepala desa serta tim pendamping profesional (TPP) Program Pemberdayaan dan Pembangunan Masyarakat Desa (P3MD) Kemendes PDTT se-Kabupaten Malang di wisata Boonpring, Turen. “Mekanisme pencarian anggaran tahun 2020 diubah. Hal ini merupakan instruksi presiden ke Kemenkeu agar desa sudah bisa menerima dana desa termin satu di awal Januari 2020,” ucap Gus Halim, sapaan akrab mendes PDTT RI.

Perubahan transfer DD tahap 1 juga mengubah skema jumlah persentase tahun lalu. Yakni, format transfer 20-40-40  menjadi 40-40-20 tahun 2020. “Langsung transfer dari RKUN ke rekening kas desa. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah membangun desa melalui dana desa,” ujarnya.

Gus Halim juga menyampaikan bahwa tahun 2020 mendatang Kabupaten Malang yang memiliki desa sebanyak 378 akan digelontor DD sebesar Rp 383,48 miliar. Atau kalau dirata-rata seluruh desa akan mendapatkan DD sejumlah Rp 1 miliar. Total DD 2020 itu meningkat dari tahun 2019 yang sebesar Rp 365,82 miliar untuk 378 desa. Atau naik sebesar Rp 17,66 miliar tahun 2020.

Gus Halim, selain menyampaikan kabar gembira bagi pemerintah desa (pemdes) di Kabupaten Malang, juga memberikan dorongan terkait pengelolaan DD menuju yang lebih baik dan benar sesuai regulasi yang memayunginya.
“Yang bagus harus di-support supaya semakin bagus. Yang tidak bagus, harus didorong biar bagus. Tapi, desa yang tak bisa bangkit, biarkan saja. Harus dirombak semua itu, dari pengurus sampai sistem kelolanya,” tegasnya.

Terpisah, adanya perubahan skema transfer dan jumlah prosentase di termin 1 itu membuat pemdes di Kabupaten Malang pun terlihat antusias. Sebab,  adanya percepatan DD masuk rekening desa membuat proses kegiatan yang diamanahkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa bisa lebih efektif dan efisien di tingkat desa.

“Tahun lalu desa baru bisa membangun kan sekitar bulan April. Terkadang bulan depannya lagi, Mei sampai Juni karena DD tahap 1 baru diterima desa juga di bulan-bulan itu. Ini memang akhirnya cukup membuat desa kalangkabut” ujar salah satu kepala desa di wilayah Kecamatan Kepanjen yang tak berkenan di tulis namanya.

Dengan adanya skema perubahan tahun 2020 datang, tentunya desa menyambutnya dengan gembira. “Dana desa sudah jalan 5 tahun. Saatnya memang tahun depan kita bisa lebih baik dalam pengelolaannya. Pusat sudah memberikan berbagai kemudahan untuk desa,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close