Pemerintahan

DPRD Kota Malang Usahakan Urus KTP Hanya di Kelurahan

INDONESIAONLINE – Ngopi Bareng bersama DPRD Kota Malang Dapil V Kecamatan Lowokwaru yang dilakukan LPMK Kelurahan Tlogomas pada Sabtu (28/12) berlangsung gayeng. Banyak aspirasi yang disampaikan warga.

Ketua LPMK Kelurahan Tlogomas Hermanto Gani mengatakan kegiatan ini memunculkan ide atau saran dari masyarakat Kelurahan Tlogomas karena langsung didengarkan  DPRD Kota Malang. “Tujuan kami agar Bapak Ibu Dewan bisa lebih dekat dengan warga Kelurahan Tlogomas. Mari kita sharing agar semua keluhan atau saran dari masyarakat bisa tersampaikan,” ucapnya.

Sementara, Camat Lowokwaru Imam Badar bangga dengan acara yang diselenggarakan kali ini. Bahkan dia memuji karena menilai sekelas kecamatan pun belum pernah menggelar kegiatan seperti ini.

“Dalam kesempatan ini, saya meminta tahun 2020 sudah akan dilakukan musrenbang dan pramusrenbang tingkat kecamatan. Jadi, masyarakat agar terlibat langsung dan mengetahui bagaimana prosesnya,” ujar camat Lowokwaru yang akrab disapa Abi ini.

“Kesempatan ini sangat bermanfaat. Saya harap kegiatan ini tidak sekali saja. Harus terus dilakukan,” imbuh Imam.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Malang Made Rian Diana Kartika mengatakan bahwa dalam kesempatan ini, dewan sudah punya elektronik pokok pikiran dewan (E-pokir) yang bisa dimanfaatkan masyarakat, terutama wilayah Kelurahan Tlogomas, agar kesejahteraan bisa dirasakan.

“Hasil reses kemarin untuk disampaikan. Jadi, dari hasil musrenbang, yang tidak terakomodir di pemkot bisa diberikan ke dewan. Intinya kami harus bermanfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah Kecamatan Lowokwaru,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tentang birokrasi, Made Rian sempat melayangkan tantangan untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk membuat KTP elektronik (KTP-el) hanya melalui kelurahan.

Jumlah penduduk di Kota Malang yang saat ini mencapai kurang lebih 870.682 jiwa membuat beberapa birokrasi, terutama untuk pembuatan KTP, banyak dikeluhkan masyarakat. Made Rian pun menanggapi keluhan masyarakat tentang pembuatan KTP yang dirasa cukup menyulitkan.

Ke depan, Made berjanji akan membahas hal tersebut bersama para anggota  dewan lainnya. Tujuannya tak lain hanya mempersingkat birokrasi untuk membuat KTP hanya sampai setingkat kelurahan.

“Iya, ini memang menjadi masalah yang selalu saya dengar. Nanti saya coba bahas dengan anggota kami. Tapi memang saya sudah pernah bicara dengan pemkot untuk masalah pembuatan KTP hanya melalui kelurahan,” kata Made.

“Pelayanan agar tidak menjadi masalah yang setiap tahun didengungkan. Kalau bisa dipermudah, kenapa dipersulit,” sambungnya.

 Made juga akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Kemendagri perihal birokrasi pembuatan KTP yang maksimal hanya sampai kelurahan. “Karena selain berkaitan dengan anggaran, juga tentu melibatkan banyak tenaga karena ada 57 kelurahan di Kota Malang,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close