Ekonomi

Tim Gabungan Disperindag Jatim dan Disdag Kota Malang Pantau Harga Sembako di Dua Pasar Rakyat, Apa Hasilnya?

INDONESIAONLINE – Jelang akhir tahun 2019, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim Drajat Irawan, bersama Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang, Kasubdrive Bulog Anita Andreani, Kepala Bank Indonesia (BI), Azka Subhkan Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA) dan pihak Kepolisian melakukan monitoring di dua pasar rakyat di Kota Malang.

Monitoring tersebut berfokus pada pemantauan kondisi lapangan mengenai harga-harga berbagai koditas sembako yang dijual di dua pasar rakyat, yakni Pasar Blinbing dan Pasar Bunul.

Dari hasil pemantauan tim gabungan tersebut, mendapati jika beberapa komoditas sembako didua pasar rakyat tersebut mengalami kenaikan.

Kenaikan tersebu diantaranya dipengaruhi oleh iklim maupun naiknya permintaan dari barang.

Naiknya beberapa komoditas sembako dibenarkan Kasi Stabilitas Harga Disdag Kota Malang, Asih Siswanti. 

Ia menjelaskan, jika hasil pemantauan kenaikan terjadi pada komoditas bawang merah, cabe kecil, cabe keriting, cabe besar dan komoditas tomat.

“Bawang merah Probolinggo Rp 34 ribu hingga Rp 40 ribu, bawang merah dari Nganjuk harga Rp 34 ribu hingga Rp 35 ribu. Untuk cabe kecil sebelumnya harga kisaran Rp 25 ribu jadi Rp 35 ribu hingga Rp 37 ribu. Termasuk tomat yang sebelumnya harga Rp 5 ribu naik menjadi  Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu. Ini trendnya naik,” jelasnya saat dihubungi MalangTIMES (29/12/2019).

Sementara itu, untuk komoditas lain, seperti bawang putih, ayam, telur justru mengalami penurunan. 

Bawang putih yang biasanya harganya tinggi turun menjadi Rp 26 ribu hingga Rp 28 untuk jenis Kating. 

Kemudian daging ayam, mengalami penuruan Rp 1000 dari harga biasanya yakni Rp 34 ribu sampai Rp 35 rubu perkilonya, kini menjadi Rp 32 ribu sampai Rp 33 ribu.

“Kalau untuk beras, daging masih stabil. Kalau telur juga turun Rp 1000. Harga sebelumnya Rp 25 kini menjadi Rp 23 ribu hingga Rp 24 ribu,” jelasnya.

Ia menambahkan setelah pemantauan didua lokasi pasar rakyat, Kepalada Disperindag Jatim Drajat Irawan menegaskan pasokan barang atau komoditas-komositas tersebut dalam kondisi aman namun hanya terpengaruh oleh iklim.

Ditanya mengenai adanya indikasi penimbunan, pihaknya mengatakan jika tidak ditemukan adanya pedagang nakal yang melakukan penimbunan.

“Tidak ada, saya sudah cek langsung ke pasar di Probolinggo disana stoknya biasanya sampai 9 ton, saat ini hanya 1 sampai dua ton, karena belum panen. Mereka hanya memenuhi permibtaan yang hanya disekitarnta saja, nggak sampai luar kota,” pungkasnya.

Ia juga menyampaikan, jika sebelum Natal, pihaknya juga melakukan pemantauan. 

Namun hasilnya juga tak jauh berbeda jika dibandingkan dengan mendekati tahun baru. 

Komoditas yang terkait iklim seperti bawang merah maupun cabe mengalami kenaikan harga, sementara yang terkait dengan permintaan juga mengalami kenaikan.

“Untuk komoditas daging ayam dan telur stok sama, cuma ada permintaan banyak yang jadi naik. Mungkin karena banyak yang bikin kue jelang Natal,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close