Pendidikan

Memahami Guru Killer, Ternyata Ini Alasan Sebenarnya

INDONESIAONLINE – Apa yang terbayang dibenak kalian jika mendengar istilah “Guru Killer”?

Di dunia pendidikan ada banyak tipe guru. Salah satunya adalah Guru Killer tersebut. Guru Killer biasanya diartikan sebagai guru yang galak. Kehadirannya tak jarang membuat siswa deg-degan, lemas, dan berkeringat dingin. Dunia serasa mau kiamat saat nama kita dipanggilnya.

Menurut Profesor Bidang Ilmu Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Akhsanul In’am PhD, Guru Killer atau guru galak itu ada dua jenisnya. Pertama, galak karena sudah bawaan dari lahir.

“Ada yang guru itu galak karena gawan bayi, lahir sudah galak,” ucapnya.

Yang kedua, lanjutnya, galak untuk menutup diri.

“Yang kedua, kadang untuk menutup diri. Ketika guru galak itu kan nggak akan ditanya oleh siswa,” jelasnya.

Menurut Akhsanul, di zaman sekarang, guru tidak boleh galak. Guru harus menyenangkan dan banyak senyum.

“Seandainya ada guru yang galak, ia datang malah jadi menyesakkan siswa. Tapi kalau gurunya menyenangkan atau humoris, datang itu menyenangkan. Jangan sampai di kelas membuat siswa merasa nggak nyaman,” tuturnya.

Membuat siswa nyaman bukanlah tanpa alasan. Jika siswa nyaman, maka guru dapat mengungkap potensi siswa.

“Anak juga akan selalu senang belajar dengannya dan selalu rindu terhadap gurunya,” imbuhnya.

Selain itu, Akhsanul juga menawarkan pendekatan Imam Ghazali untuk guru yang mengajar. Melalui pendekatan ini, siswa dibiasakan untuk jujur. Jujur manakala bisa dan jujur manakala tidak bisa.

“Dengan pendekatan Ghazali Rojulun Yadri Annahu Yadri, kalau kamu tahu bilang tahu dan Yadri Annahu Laa Yadri, kalau tidak tahu maka bilang tidak tahu,” ungkapnya.

Dengan begini maka guru akan tahu di mana potensi siswa. Bagi siswa yang tidak bisa maka akan dibantu sampai bisa. Bagi yang bisa, ia membantu temannya yang tidak bisa.
 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close