Kesehatan

PMI Kota Malang Raih Sertifikat Pengelolaan Darah Berkualitas

INDONESIAONLINE – Sertifikat cara pembuatan obat yang baik (CPOB) berhasil diraih Unit Transfusi Daerah (UTD) PMI Kota Malang. Sertifikat yang merupakan dokumen atau bukti bahwa industri farmasi telah memenuhi persyaratan dalam membuat suatu jenis sediaan obat itu didapatkan setelah melalui proses panjang.

Wali Kota Malamg Sutiaji, yang hadir dalam agenda Penganugerahan Piagam Penghargaan Donor Darah Sukarela 50 Kali Tahun 2019 sekaligus Pemberian Sertifikat CPOB dari Badan POM RI untuk UTD PMI Kota Malang, menyampaikan sertifikat CPOB akan memastikan kepercayaan publik. Terutama dengan kualitas darah yang akan ditransfusikan kepada yang membutuhkan.

“Dan ini akan semakin menjamin setiap proses yang akan dilakukan PMI. Karema darah juga menjadi salah satu faktor penularan penyakit,” katanya  Senin (30/12/2019).

Lebih jauh Sutiaji mengatakan, saat ini baru 12 UTD PMI yang menerima CPOB. Di Jawa Timur baru tiga daerah, yaitu Kota Malang, Surabaya, dan Sidoarjo. Sehingga dia berharap agar ke depan CPOB terus dipertahankan. Terlebih, setiap tahun akan dilakukan verifikasi ke lapangan.

“Dan kami siap mengawal pergerakan PMI Kota Malang. Salah satunya melalui hibah yang selama ini dianggarkan melalui Dinas Kesehatan,” kata dia.

Sementara berkaitan dengan penganugerahan piagam terhadap 64 pendonor darah yang tercatat mendonorkan darah sebanyak 50 kali, Sutiaji menyampaikan rasa terima kasihnya. Pasalnya, masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan melalui darah yang didonorkan secara rutin. “Saya atas nama arek Malang sampaikan terima kasih,” imbuh dia.

Ketua PMI Kota Malang Bambang Priyo Utomo menambahkan, penghargaan selalu diberikan kepada pendonor yang secara rutin mendonorkan darahnya untuk masyarakat yang membutuhkan. Sebab, pendonor merupakan pahlawan kemanusiaan yang selama ini tak pernah lelah untuk berbagi kepedulian.

“Penghargaan diberikan kepada pendonor yang rutin. Dan ada yang diberikan oleh presiden berupa emas,” tambahnya.

Sementara berkaitan dengan penerimaan sertifikan CPOB, Bambang menjelaskan bahwa sertifikasi tersebut telah melalui berbagai proses panjang. Setiap tahun BPOM RI akan mengecek kualitas pengelolan darah. Sehingga dia menargetkan tahun depan sertifikat yang berlaku lima tahunan itu dapat dipertahankan.

“Standar yang harus dipenuhi banyak. Maka tahun depan kami targetkan untuk tetap pertahankan itu,” ungkap dia.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close