Peristiwa

Hari Ketiga, Pencarian Korban Coban Cinde Dilanjutkan

INDONESIAONLINE – Tim gabungan berjumlah 51 orang dari berbagai unsur kembali melakukan pencarian korban terseret air bah di Coban Cinde yang terletak di Desa Benjor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Pencarian yang dilakukan tim gabungan itu telah memasuki hari ketiga setelah terjadinya peristiwa yang menyebabkan tujuh orang wisatawan asal Surabaya yang datang ke Coban Conde, Minggu (29/12/2019) lalu. Dimana, dalam peristiwa itu lima bisa menyelamatkan diri yakni Rifai (26), Samsul Sujarwanto (25), Ahmad Ardiansyah (24), Muhammad Rizal N (18) dan Gita Putri Humaira (24). 

Sedangkan satu wisatawan meninggal dunia yang telah ditemukan satu orang bernama Dwi Retno Prihatin (25) dan satu korban lagi bernama Bagus Puji (25) masih dalam pencarian petugas.

Pencarian korban Coban Cinde hari ketiga ini dilakukan oleh 4 SRU (unit-unit yang melakukan operasi SAR di lokasi musibah atau bencana, red) dengan jumlah petugas mencapai 51 orang.
“Ini hari ketiga pencarian korban Coban Cinde. Dimana ada 4 SRU yang melakukan operasi untuk menemukan satu korban lagi,” ucap Mudji Utomo, Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Selasa (31/12/2019) pagi.

4 SRU tersebut, lanjutnya, terdiri dari regu 1 berjumlah 21 orang yang akan melakukan penyelusuran Coban Sinde sejauh 4 kilometer ke bawah. Regu kedua berjumlah 9 orang memantau degrit air ke hulu sungai, sedangkan untuk regu 3 dengan personel 11 orang akan menyisir dari Coban Singgo sampai Coban Kricik. 

Sedangkan SRU 4 sejumlah 10 orang melakukan penyisiran dari Coban Jidor sampai Ringin Cangkring.

Seperti diketahui, peristiwa terseretnya wisatawan asal Surabaya terjadi hari Minggu lalu. Dimana, dari keterangan Bagyo Setiono Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, tujuh orang wisatawan datang ke Coban Cinde sekitar pukul 11.00 WIB. Saat para wisatawan asyik bermain di Coban, cuaca mulai mendung sekitar pukul 12.00 WIB.

“Penjaga tempat wisata sudah memperingati saat hujan mulai turun. Agar pengunjung segera naik. Tapi dari 7 wisatawan itu yang 5 orang bisa naik sementara 2 orang terseret arus,” ujarnya.
Mendapat laporan adanya wisatawan terseret air bah Coban Cinde, tim gabungan pun turun.

Hingga hari kedua, salah satu korban terseret ditemukan dalam kondisi tewas di daerah Singo tepatnya pada titik koordinat 08 00’ 24.2”S 112 46’ 51.1”E. Lokasi penemuan korban pertama berjarak sekitar 4 km dari lokasi terseretnya korban pertama kali di area air terjun Coban Cinde.

Kondisi terseretnya wisatawan di wisata air tersebut membuat BPBD Kabupaten Malang kembali mengimbau masyarakat agar mengikuti setiap instruksi petugas di lokasi. Serta untuk terus meningkatkan kewaspadaan saat berada di berbagai area wisata coban di musim hujan saat ini.

“Kita imbau agar setiap pengunjung di lokasi untuk mengikuti instruksi petugas yang ada. Serta tetap berhati-hati. Sehingga tak kembali terjadi peristiwa ini,” ujar Bagyo.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close