Politik

Ini Sosok Pemimpin yang Dibutuhkan Kabupaten Malang Menurut Pengamat

INDONESIAONLINE – Tak terasa kita sudah berada di penghujung 2019. Besok kita sudah menapaki tahun baru 2020.

Pada 2020 nanti, sebanyak 19 kabupaten kota di Jawa Timur Jatim) akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) serentak. Salah satunya adalah Kabupaten Malang.

Lantas, sosok pemimpin seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Kabupaten Malang?

Pengamat Politik dari Universitas Brawijaya (UB) Wawan Sobari SIP MA PhD berpendapat berdasarkan potensi daerahnya yang luar biasa, Kabupaten Malang butuh pemimpin yang kreatif.

“Kabupaten Malang itu potensinya luar biasa. Maka dari itu butuh pemimpin yang kreatif. Kreatif itu dia bisa mengubah masalah menjadi keunggulan atau memanfaatkan keunggulan menjadi sumber untuk perubahan,” ujarnya kepada MalangTIMES saat ditemui di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Menurut pandangan Wawan, Pilkada 2020 adalah sebuah pertaruhan untuk Kabupaten Malang. Mengapa dikatakan demikian?

“Karena sekarang itu adalah era dimana kemudian semua daerah itu harus mampu mendorong potensinya untuk menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonominya,” jelasnya.

Dalam hal ini, Wawan menilai, sektor pariwisata lah yang bisa menjadi daya ungkit ekonomi Kabupaten Malang.

“Salah satu yang menjadi daya ungkit Kabupaten Malang menurut saya adalah pariwisata. Pariwisata itu daya ungkit yang paling besar untuk daya ungkit ekonomi,” tegasnya.

Hal ini juga terbukti dengan menjamurnya hotel-hotel dan guest house di Malang. 

Hal ini mengindikasikan bahwa ada daya tarik wisata di Malang. Belum lagi desa-desa kreatif di Malang yang mulai banyak bergeliat.

“Desa yang mengembangkan creative tourism atau turisme kreatif itu sekarang semakin banyak,” imbuhnya.

Maka dari itulah, karakter penting yang harus dimiliki pemimpin Kabupaten Malang ke depan yaitu dia harus mampu mendorong proses kreatif pemerintahannya, termasuk desanya.

“Kalau saya menyebutnya sebagai politik kreatif atau creative politics,” timpalnya.

Kabupaten Malang sendiri adalah kabupaten kedua terluas di Jawa Timur setelah Banyuwangi.

Dan Banyuwangi kini sudah berhasil menghapus stigma daerah yang terkenal dengan santet, kemiskinan, dan sebagainya.

“Sekarang dia (Banyuwangi) terbaik. Untuk mengentaskan kemiskinan dia terbaik. Banyuwangi sudah berhasil mengubah itu karena kreativitas kepemimpinannya,” ungkap Dosen FISIP UB tersebut.

Untuk itu, lanjutnya, masyarakat Kabupaten Malang diharapkan memilih pemimpin yang seperti itu. 

Pemimpin yang bisa mengubah potensi kreativitas warga dan kreativitas pemerintahannya, termasuk kreativitas desanya.

Wawan sendiri menemukan ada beberapa desa kreatif di Kabupaten Malang. 

Contohnya Pandanlandung, Gondowangi, Kalisongo (Kampung Cempluk).

“Itu kan masyarakatnya bergerak. Itu yang sebenarnya harus ditangkap oleh seorang kepala daerah. Jadi untuk maju itu jangan hanya mengandalkan pemerintah daerah. Duit pemimpin daerah berapa sih? Kabupaten Malang sekarang cuma Rp 3 triliun. Untuk mengayomi 2,5 juta (penduduk) itu kan nggak cukup. Maka potensinya itu yang didorong. Lahirlah pemimpin yang kreatif,” bebernya.

Ditegaskan sekali lagi oleh Wawan, 2020 adalah saat di mana warga Kabupaten Malang mengevaluasi. 

Apakah kepemimpinan yang 5 tahun sekarang ini punya prospek untuk mendorong perubahan Kabupaten Malang di 5 tahun ke depan? Ataukah warga Kabupaten Malang butuh sosok-sosok pemimpin baru yang punya setidaknya kekuatan kepemimpinan seperti halnya du Banyuwangi? Masyarakat yang menilai.

“Kita dorong kepemimpinan kreatif Kabupaten Malang,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close