Pemerintahan

Tutup Akhir Tahun 2019, Wali Kota Sutiaji Lakukan Mutasi Besar-Besaran Perangkat Daerah

INDONESIAONLINE – Menutup akhir tahun 2019, Wali Kota Malang Sutiaji mengeluarkan gebrakan. Ya, jajaran pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengalami pergesaran.

Sebanyak 758 ASN Pemkot Malang mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas di lingkungan Pemkot Malang di GOR Ken Arok, Selasa (31/12).

Pelantikan kali ini merupakan mutasi besar-besaran selama tahun 2019 ini. 

Bahkan, ada 6 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang juga dilakukan peleburan. 

Hal itu, rupanya berkaitan dengan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan pelaksanaan pelantikan tersebut disesuaikan dengan amanat undang-undang dan Perda 5 tahun 2019 atas perubahan Perda 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Ia menjelaskan, dilantiknya para jajaran pejabat Pemkot Malang di penutup akhir tahun kali ini lantaran mempertimbangkan jabatan sebelumnya yang masih berjalan di tengah tahun hingga 31 Desember 2019 ini. Di mana, dari 34 Perangkat Daerah (PD) dirampingkan menjadi 28 (PD).

“Ini amanat Perda, kenapa last minute karena mereka-mereka kalau dilantik bulan Juli masih dalam proses penganggaran. Kalau Desember tanggal awal masih dalam penyelesaian SPJ (Surat Pertanggungjawaban), maka diambil di last minute sebelum masuk ke tgl 1 Januari 2020,” ungkapnya.

Adapun perampingan PD tersebut, Pemkot Malang dapat mengefisiensikan anggaran mencapai Rp 67 miliar. 

Politisi Demokrat ini juga memastikan, dari perampingan tersebut tidak ada ketimpangan jabatan atau hilangnya jabatan dari ASN.

“Penggabungan ini seakan-akan menyongsong datangnya perubahan eselon III dan IV. Kita jauh hari sudah menangkap itu. Nggak ada (jabatan hilang), malah kita dengan SOTK baru ini yang semula 104 ASN tertunda promosinya sekarang sudah promosi semua,” pungkasnya.

Sementara itu, dari hasil mutasi ini masih ada dua PD yang belum memiliki pimpinan. 

Yakni, Dinas Kesehatan Kota Malang, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. 

“Sisa 2, maka yang kosong nanti ada open bidding (dilakukan lelang jabatan) nanti,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close