Hukum dan Kriminalitas

Kasihan Warga Tlogowaru Ini, Pinjam Sertifikat Tanah Kerabat untuk Bayar Angsuran Malah Digadaikan Tetangga

INDONESIAONLINE – Apes bagi Paiti dan juga Aliman, warga Jalan Jabal Nur, Rt 4 Rw 6, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang ini. Pasalnya Sertifikat tanah milik Paiti yang ia pinjamkan kepada Aliman, justru digelapkan dengan cara digadaikan oleh tetangga Paiti yang juga sama-sama warga Jalan Jabal Nur, Rt 4 Rw 6, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang berinisial SM.

Asal mula kejadian bermula pada tahun 2016. Saat itu, Aliman datang ke rumah Paiti dengan maksud meminjam sertifikat tanah miliknya guna membayar angsuran atau cicilan sepeda motor. Setelah itu, Paiti kemudian menyerahkan sertifikat tanah nomor : 2276 dengan luas tanah 109 m² dan di atasnya terdapat bangunan rumah atas nama Paiti kepada Aliman.

Dari situ, Aliman kemudian meminta tolong SM untuk memasukan atau menggadaikan sertifikat tanah dan bangunan tersebut di koperasi setempat. Namun setelah ditunggu-tunggu sekian lama, Aliman tak mendapatkan kabar pasti perihal uang pinjaman dengan jaminan sertifikat tanah di koperasi tersebut.

Setelah ditunggu-tunggu ternyata sertifikat tersebut kemudian dipinjam oleh SM dan digunakan untuk keperluan pribadinya tanpa sepengetahuan dari Aliman. Aliman pun harus ikut apes karena tak bisa membayar tunggakan motornya.

Dan kemudian ketika SM ditanya kapan sertifikat tersebut dikembalikan, ia tak mengatakan waktu pasti dan hanya mengatakan akan segera mengembalikan sertifikat tersebut.

Waktu yang terus berjalan hingga 1 bulan kemudian, Aliman kembali mendatangi SM dan menanyakan perihal kapan dikembalikannya sertifikat tanah yang ia pinjam. Namun lagi-lagi SM tak memberikan jawaban yang memuaskan hingga akhirnya Aliman memberikan somasi sebanyak dua kali.

Meskipun telah disomasi, SM tetap saja tidak ada itikad baik untuk mengembalikan sertifikat tanah. Bahkan dari informasi yang didapat, SM telah menggadaikan sertifikat tanah tersebut kepada seseorang bernama Haris.

Geram merasa ditipu, serta tak kunjung ada itikad baik dari SM hingga akhir tahun 2019, selanjutnya Paiti dan Aliman kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota pada 30 Desember 2019.

Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya mengatakan jika kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan petugas.

“Kasusnya masih penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi,” jelasnya

Sementara itu, jika SM terbukti melakukan tindak pidana penggelapan sesuai dengan pasal 372 KUHP, maka terancam  empat tahun mendekam dalam sel jeruji besi.

“Kerugian korban sementara dari laporan sekitar Rp 100 juta. Kami juga mengimbau agar masyarakat waspada, jangan mudah percaya, urus sesuatu sebisa sendiri, untuk menghindari hal-hal seperti ini,” pungkasnya. 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close