Ekonomi

Masih Harga Lama, Cek Harga Rokok Favoritmu Setelah Naik 35 Persen

INDONESIAONLINE – Tahun 2019 usai sudah dengan suara terompet dan ledakan petasan di berbagai ruang publik, sejak dini hari (31/12/2019) tadi. Tahun baru pun mulai menyapa dengan segala harapan dan tentunya kecemasan-kecemasan terkait dengan berbagai kebijakan pemerintah menaikkan berbagai harga dan tarif baru.

Misalnya harga eceran rokok yang akan naik dengan adanya tarif cukai hasil tembakau baru sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152/PMK.010/2019 per 1 Januari 2020.

Empat jenis rokok yang akan membuat perokok berpikir ulang untuk membelinya dengan adanya kenaikan harga eceran sebesar 35 persen adalah Sigaret Kretek Mesin (SKM) golongan I dan II, Sigaret Putih Mesin (SPM) golongan I dan II, Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Putih Tangan (SPT) golongan I, II dan II, serta Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) dan Sigaret Putih Tangan Filter (SPTF).

Dari beberapa pantauan di warung dan toko di wilayah Kromengan dan Kepanjen, MalangTIMES masih belum menemukan adanya harga rokok eceran yang meningkat saat berita ini ditulis.

Walaupun ada, kenaikannya masih di kisaran antara Rp 1.000 sampai Rp 1.500 serta telah terjadi sejak pertengahan Desember 2019 lalu.

“Sudah naik sejak kemarin-kemarin (Desember 2019), tapi hanya kisaran Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per bungkus,” ucap Eni Windaryatno pemilik toko di wilayah Kromengan, Rabu (1/1/2020) kepada MalangTimes.
Disinggung terkait kenaikan harga eceran rokok mencapai 35 persen sesuai aturan PMK, Eni menyatakan belum mendapat informasi langsung dari grosir-grosir yang menjual ke tokonya.

“Belum ada, mungkin besok-besok. Ini masih stok yang kemarin-kemarin juga,” ujarnya.
Hal serupa juga terjadi di beberapa warung di wilayah Kepanjen yang masih mempergunakan harga lama. Kenaikan harga eceran rokok dengan naiknya tarif cukai sebesar 23 persen, belum mengerek tarif baru yang mungkin akan membuat harga melonjak, hari ini (Rabu, 1 Januari 2020).

“Belum mas, mungkin minggu depan kali ya naiknya. Saat ini masih harga lama tapi ya memang sudah naik di Desember kemarin walau tak tinggi,” ujar Winarto penjual rokok.

Lantas, berapakah nantinya harga eceran rokok setelah kebijakan diberlakukan secara serentak.
MalangTIMES mencoba mengkalkulasi beberapa harga rokok favorit di masyarakat selama ini.

Misalnya produk rokok yang diproduksi oleh PT Djarum dengan kemasan berisi 12 dan 16 batang. Sebut saja Djarum Super isi 12 batang yang dibanderol Rp 15.500 dengan harga cukai Rp 590 per batangnya. Maka, dengan adanya aturan PMK tarif cukainya menjadi Rp 740 per batang, atau naik Rp 150/batangnya. Sehingga harga rokok Djarum Super 12 batang dimungkinkan naik menjadi Rp 20.400 per bungkus. 

Di tingkat penjual, baik toko maupun warung, bisa dimungkinkan akan menjadi Rp 21 ribu sampai Rp 23 ribu. Dengan asumsi para penjual mengambil keuntungan antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per bungkusnya.

“Kita ambil untung rokok per bungkus ya sekitar itu dari harga beli kita ke grosir. Antara Rp 1.000 sampai paling tinggi ya Rp 2 ribu,” ujar Eni yang tokonya terbilang besar.

Para penikmat rokok pabrikan Gudang Garam juga akan mengalami hal serupa. Walau lebih mahal dibanding produk Djarum, yakni mencapai Rp 17.650 untuk Gudang Garam Internasional 12 batang dengan harga sebelum kenaikan sebesar Rp 15.850. Di tingkat toko dan warung harga itu akan jatuh di kisaran Rp 21.900 hingga Rp 22.400.

Untuk produk dengan tag selera pemberani, yaitu Surya 12 dengan cukai Rp 590 per batang dari harga Rp13.900  bisa menjadi Rp 20.400 per bungkus. Harga jualnya di warung-warung bagi rokok para pemberani ini di kisaran Rp 21.900-22.400. 

Gudang Garam Signature 12 batang dengan harga dibandrol Rp 13.450 dengan ketentuan HJE terendah yang baru, akan merangkak di harga jual di toko dan warung sebesar Rp 21.900 sampai Rp 22.400.

Rokok yang akan melejit harganya adalah yang dikeluarkan oleh PT HM Sampoerna Tbk. Baik yang jenis A-Mild maupun Kreteknya yang kini harganya telah mencapai antara Rp 22 ribu sampai Rp 25 ribu untuk jenis Sampoerna Mild isi 16 batang. Dengan kenaikan cukai dan harga jual eceran (HJE) dibatasi Rp 1.700/batang, maka harga jualnya bisa mencapai Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per bungkus.

Bagi para penyuka rokok putih olahan PT Philip Morris Indonesia, akan semakin merogoh kocek lebih dalam lagi. Dengan produk Marlboro Merah 20 batang yang kini cukainya naik menjadi Rp 740/batang, maka harganya sebungkus akan bisa menjadi Rp 35.800 sampai Rp 37.800 di warung-warung.

Pun dengan berbagai produk rokok yang mungkin jadi favorit masyarakat selama ini. Dimana, dengan adanya harga eceran baru, rata-rata produk rokok yang di jual kisaran uangnya di angka Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. Bahkan beberapa merek rokok lain, misalnya produk Sampoerna Avolution bisa terkerek sampai Rp 35 ribu perbungkus dengan isi 20 batang.
 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close