Olahraga

Atlet Renang Kota Batu Sering Borong Prestasi, Tapi Belum Miliki Kolam Standar

INDONESIAONLINE – Kota Batu memiliki atlet renang yang sering menyumbangkan prestasinya hingga kancah nasional, sayangnya tidak dibarengi dengan fasilitas yang memadai. Hingga saat ini, keinginan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu memiliki kolam renang untuk atletnya belum juga terwujud. 

Selama ini, atlet renang masih memanfaatkan fasilitas-fasilitas milik swasta. Agar bisa latihan, para atlet harus menyewa kolam di Hotel Kartika. Padahal dari 100 atlet, 20 di antaranya adalah atlet berprestasi.

Di tahun 2019 lalu capaian atlet renang Kota Batu beberapa kali menyumbangkan medali emas. Misalnya, dalam pergelaran Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Potensi atlet renang di Kota Batu sangat besar. Sayangnya tidak sebanding dengan fasilitas yang dimiliki, sejauh ini kita masih sewa dan terkadang ke Kota Malang,” kata Lestari, Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Kota Batu.

Ia menambahkan, permintaan kolam renang berstandar nasional itu sudah sering diajukan. Sayangnya, hingga saat ini masih belum membuahkan hasil. Terhitung sejak kepemimpinan wali kota pertama hingga periode Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, penyediaan fasilitas kolam renang berstandar nasional masih belum terwujud. 

“Dari Wali Kota Imam Kabul, Pak Eddy Rumpoko, sampai sekarang Dewanti Rumpoko ini masih belum terealisasi,” imbuhnya. 

Permintaan kolam renang standar itu setidaknya memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar sekitar 20 meter, serta kedalaman antara 1 hingga 2 meter. Kemudian, lokasinya diharapkan berada di kawasan Kelurahan Sisir.

“Di Kelurahan Sisir karena cukup dekat dengan rumah atlet-atlet renang di Kota Batu,” tambah Lestari. Menurutnya, gagalnya realisasi kolam renang di tahun 2019 itu lantaran belum ada tempat yang cocok untuk lokasi pembangunannya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close