Pemerintahan

Tutup Tahun 2019, Dishub Dulang PAD Sekitar Rp 6,87 Miliar dari Tiga Sumber

INDONESIAONLINE – Akhir tahun 2019 merupakan ruang untuk melakukan evaluasi kinerja di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Khususnya bagi OPD pendulang pendapatan asli daerah (PAD) seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang.

Memiliki fungsi untuk mengumpulkan retribusi di tiga sumber, yaitu pengujian kendaraan bermotor (PKB), parkir dan terminal, Dishub Kabupaten Malang pun jadi salah satu OPD yang dipercaya mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD. 

Hasilnya, sepanjang tahun 2019, Dishub Kabupaten Malang mampu mendulang PAD dari tiga sumbernya sekitar Rp 6,87 miliar di akhir tahun. Dengan rincian dari retribusi PKB mencapai Rp 3,89 miliar, parkir Rp 2,69 miliar dan terminal mencapai Rp 283 juta.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi yang ditemani oleh Kepala UPT PKB Tutuk Handayani, Kepala Bidang Lalu Lintas Djulianta dan Bidang Parkir Dede Supriatna, di ruang kerjanya.

“Sampai akhir tahun 2019 Dishub telah mampu melampaui target PAD yang ditetapkan. Capaiannya melebihi 100 persen di tiga sektor itu,” ucap Hafi Lutfi kepada MalangTIMES, Kamis (2/1/2020).

Grafik raihan PAD Dishub Kabupaten Malang di tahun 2019 terbilang moncer dibandingkan tahun 2018 lalu. Baik secara prosentase maupun jumlah nominalnya di tiga sumber PAD yang dipegangnya. Dimana, peningkatan itu terlihat dari retribusi PKB di tahun 2018 lalu yang finish di angka Rp 2,84 miliar sedangkan di tahun 2019 mencapai Rp 3,89 miliar. Ada peningkatan signifikan sekitar 22 persen PAD dari retribusi PKB selama rentang satu tahun itu.

Di sektor parkir pun dengan adanya berbagai inovasi yang dibesut Dishub Kabupaten Malang sepanjang 2019 yaitu dengan adanya Parsel atau Parkir Setor Langsung ke pihak bank plat merah yang bekerjasama dengan pihaknya, telah membuktikan adanya peningkatan cukup signifikan. Walaupun masih belum maksimal dengan adanya bebagai kendala dalam perparkiran di Kabupaten Malang selama ini.

“Untuk retribusi parkir ada kenaikan cukup bagus dengan diberlakukannya Parsel, yaitu dari Rp 2,26 miliar tahun 2018 menjadi Rp 2,69 miliar tahun ini. Ini yang belum maksimal, di tahun ini kita akan terus upayakan berbagai potensi yang ada di parkir ini,” ujar mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang ini.

Selain dua sumber PAD di Dishub Kabupaten Malang, retribusi terminal pun terbilang memuaskan di tahun 2019 ini. Dimana, dengan raihan akhir Rp 283 juta atau 102,54 persen telah mampu menyumbang PAD lebih besar dibanding tahun lalu yang hanya sampai di angka Rp 232 juta.

Secara rata-rata, PAD Dishub Kabupaten Malang berada di angka 102 persen sampai 106 persen di akhir tahun 2019. Atau berada di atas target yang ditetapkan sepanjang tahun ini.

“Secara nominal terbesar disumbang dari retribusi PKB. Ada beberapa faktor yang membuat PKB tahun ini juga naik signifikan dibanding tahun lalu,” ujar Lutfi.

Beberapa faktor itu adalah adanya pertumbuhan jumlah kendaraan wajib uji, adanya kendaraan numpang uji dari Kota Batu dengan jumlah 1.279 kendaraan yang lulus uji serta adanya Perda Kabupaten Malang Nomor 7 tahun 2018 terkait adanya kenaikan tarif retribusi untuk jasa umum.

Tutuk Handayani Kepala UPT PKB Dishub Kabupaten Malang membenarkan beberapa faktor tersebut. Dimana dengan hal itu pula target retribusi PKB sebesar Rp 34 miliar dengan kendaraan lulus uji sebanyak 51.007 bisa terlampaui.

“Tiga faktor itu yang juga jadi pengungkit retribusi PKB naik signifikan. Kita membukukan 102 persen dari target dengan kendaraan yang lulus uji mencapai 52.176 di tahun 2019 ini,” ujarnya.

Raihan positif Dishub Kabupaten Malang di tengah persoalan klasik terkait anggaran yang dikelolanya sepanjang tahun 2019 sekitar Rp 16 miliar untuk belanja langsung dan tak langsung patut mendapatkan apresiasi dengan berbagai terobosan inovatifnya selama ini. 

Walau sayangnya, kebijakan anggaran di tahun 2020 untuk Dishub Kabupaten Malang, semakin menciut dibanding tahun 2019, yakni sekitar Rp 8 miliar. Padahal target di tiga sumber PAD yang dikelolanya terus ditingkatkan. Di PKB di target Rp 3,8 miliar, parkir Rp 3,6 Miliar dan parkir Rp 290 juta.

Artinya, Dishub Kabupaten Malang dipacu di tahun 2020 ini untuk menambah retribusi PKB sebesar Rp 400 juta. Sedangkan untuk retribusi parkir meningkat cukup tajam dengan targetnya yakni mencapai Rp 1 miliar yang wajib dicapai Dishub tahun 2020. 

Di satu sisi belanja Dishub Kabupaten Malang dipangkas hampir setengahnya di tahun 2020 ini. Walau dengan kondisi itu, Lutfi menegaskan, pihaknya tetap optimis dengan target di tahun 2020 itu.

“Kita tetap optimis dengan target itu, misalnya di parkir yang cukup tinggi. Dengan catatan bahwa lahan parkir yang tak kita tangani di tahun ini, bisa kita tangani,” ucapnya dengan memberikan contoh lahan parkir di Stadion Kanjuruhan, rumah sakit dan lokasi pelayanan umum dan wisata.

“Tentunya juga kita optimis bila kita juga didukung oleh dewan untuk hal itu,” tandas Lutfi.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close