Olahraga

Ada Kenangan Pahit Mario Gomez saat di Stadion Kanjuruhan

INDONESIAONLINE – Dipilihnya Mario Gomez sebagai pelatih kepala Arema FC untuk kompetisi Liga 1 2020 mendatang mengingatkan sebuah tragedi yang menimpa dirinya. Mantan pelatih Borneo FC itu pernah menjadi korban lemparan dari oknum suporter saat tim berjuluk Singo Edan bersua melawan Persib Bandung (15/4/2018).

Kenangan pahit harus diterima Mario Gomez kalau menjadi pelatih kepala Persib Bandung pada kompetisi Liga 1 2018. Kala itu Maung Bandung bertindak sebagai tim tamu di Stadion Kanjuruhan.

Kericuhan terjadi karena saat itu Arema FC tidak bisa memenangkan pertandingan karena Persib memaksa skor akhir 2-2. Dan banyak Aremania yang mengeluh karena tim kesayangannya tidak bisa meraih hasil positif di kandang. Dalam kericuhan yang terjadi, Mario Gomez terluka di dahi kanan sampai mengeluarkan darah akibat lemparan batu oknum Aremania.

Salah satu Aremania yang dijumpai MalangTIMES, Fanno mengatakan bahwa hal tersebut biasa terjadi dalam sepak bola. Tapi ia yakin Mario Gomez adalah sosok pelatih profesional yang mampu membawa prestasi bagi tim kesayangannya.

“Itu sudah masa lalu, yang jelas dia (Mario Gomez) sekarang sudah menjadi milik Arema FC,” ujar Fanno. “Saya yakin dengan pengalamannya sebagai pelatih dia bisa membawa Arema FC berprestasi ke depannya,” imbuhnya.

Di sisi lain saat sudah diresmikan manajemen Singo Edan sebagai pelatih kepala, Aremania juga menyambut positif kedatangannya, karena itu Fanno menyatakan bahwa tidak ada permasalahan lagi yang harus dibahas, ia justru meminta agar semua Aremania mendukung penuh Arema FC.

“Saat Mario Gomez sudah diresmikan manajemen, kami juga menyambut positif. Dan dengan ini saya akan mendukung penuh, karena dia yang akan menahkodai tim kebanggaan kami,” pungkasnya. 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close