Transportasi

Mobil Usai Tergenang Banjir? Perhatikan Dua Hal Ini

INDONESIAONLINE – Beberapa hari belakangan, di kawasan Jakarta dan sekitarnya tengah dilanda banjir besar. Bahkan banjir juga banyak menghanyutkan dan merendam mobil-mobil yang berada di jalanan.

Hal itu tak pelak juga menambah besar kerugian yang diderita para pemilik mobil selain karena rumah mereka yang terendam. Nah berbicara mengenai mobil yang terendam, dalam penanganannya tak bisa sembarangan.

Pasalnya jika sembarangan dalam memperlakukan mobil yang usai terendam banjir, bisa-bisa justru menambah besar kerugian yang bakal diderita dan menambah berat kerusakan mobil. Hal itu dibenarkan oleh Trainer Sentul Driving Course, Setia Purnama.

Ia menjelaskan jika dalam upaya penanganan mobil yang usai terendam banjir, ada hal-hal yang harus diperhatikan. Pertama adalah jangan pernah menyalakan mobil yang usai terendam banjir dan kemudian sebisa mungkin lepas semua kelistrikan yang tersambung.

Sebab, jika tetap memaksa menyalakan mobil, hal itu bisa saja merusak kelistrikan atau komponen-komponen mesin yang lain.

Memang beberapa tips ada yang mengatakan setelah terendam banjir agar menguras oli mesin dan kemudian mengisinya kembali dengan oli baru. Namun kembali lagi, jika dalam sebuah mobil bukan hanya mesin, namun juga terdapat komponen kelistrikan yang perlu diperhatikan.

“Bila tetap memaksakan kontak on itu sangat riskan, bisa saja terjadi konslet karena kebanyakan mobil saat ini sudah banyak yang memakai sensor. Yang paling aman tunggu sampai genangan habis kemudian derek ke bengkel, karena kita nggak bisa treatment sendiri,” jelasnya saat dihubungi MalangTIMES (4/1/2020).

Kemudian hal kedua yang patut diwaspadai adalah, Water Hammer. Water Hammer adalah keadaan saat mesin mobil mati mendadak karena air yang masuk ke ruang bakar. Bersamaan dengan itu, bisa saja komponen utama mesin, mengalami kerusakan seperti stang piston yang membengkok, piston rusak dan blok mesin retak atau pecah.

“Malah rusak parah (turun mesin). Banyak kasus juga nggak banjir saja, namun mobil dipaksakan melewati genangan kemudian ada air yang masuk ke socket-socket nah bisa jadi masalah lagi. Sudah banyak kasusnya mobil mogok karena itu,” bebernya.

“Selain kelistrikan ya Water Hammer tadi yang harus diperhatikan. Misalnya kelistrikannya tidak ada masalah, ternyata yang bermasalah mesinnya ya Water Hammer kenanya. Lebih baik bawa ke bengkel dengan yang lebih ahli untuk penanganan karena semua saat ini sudah banyak yang pakai sensor jadi tidak bisa sembarangan,” imbuhnya mengakhiri.
 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close