Peristiwa

Bupati Malang Datangi RSJ Lawang, Sebut Tak Ada Penyekapan di Kasus Banjarejo Pakis

INDONESIAONLINE – Ramainya pemberitaan terkait kasus dugaan penyekapan oleh ibu kandung kepada empat orang anaknya sampai 20 tahun di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, beberapa hari lalu, memantik respons orang nomor satu di Kabupaten Malang.

Memastikan ramainya peristiwa itu, Bupati Malang Sanusi didampingi istri, serta beberapa kepala dinas di Kabupaten Malang, bertandang ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang, Minggu (5/1/2020). 
Sanusi ingin secara langsung mengetahui duduk persoalan dan kebenaran atas dugaan penyekapan yang menghebohkan di wilayahnya tersebut.
Sempat berdialog panjang dengan Direktur RSJ Lawang, Siti Halimah, serta dengan Artimunah, ibu yang diduga melakukan penyekapan terhadap empat anaknya dan dua anaknya yang masih dalam perawatan. Dihasilkan kesimpulan yang secara langsung disampaikan Sanusi kepada media.
“Bukan penyekapan seperti yang diramai dibicarakan. Tapi lebih pada persoalan adanya trauma atau minder saja. Ini setelah saya berbicara dengan Direktur RSJ tadi,” ucap Sanusi.
Politisi PKB ini juga menyampaikan, bahwa Artimunah dan kedua anaknya yang masih dalam perawatan juga kondisi kejiwaannya terbilang stabil. Sedangkan dua anak Artimunah lainnya telah dipulangkan sejak kemarin.
“Dua anaknya yang waktu itu dibawa ke RSJ sudah dipulangkan. Jadi tinggal ibunya dan dua anaknya lagi di sana,” ujarnya yang menegaskan, dari hasil obrolannya dengan mereka  (Artimunah dan dua anaknya yang diduga mengalami ganggunan kejiwaan, red) ternyata kondisi kejiwaannya stabil.
“Kondisinya cukup bagus. Komunikasinya juga baik dengan saya. Tinggal pemilihan fisik saja. Bila sudah dirasa sehat dan stabil ketiganya bisa dipulangkan juga,” imbuh Sanusi.
Untuk pemulihan Artimunah dan empat anaknya, Sanusi telah menginstruksikan Dinas Sosial untuk menanganinya. Serta juga meminta Muspika Kecamatan Pakis untuk terlibat aktif dalam pemulihan itu.
“Saya menginginkan kasus-kasus sosial di Kabupaten bisa tertangani dengan cepat. Harapan saya juga bila ada persoalan seperti ini masyarakat sekitar agar cepat menanganinya sehingga kita bisa mengambil kebijakan,” tegasnya.
Pernyataan Sanusi atas peristiwa dugaan penyekapan yang ramai beberapa hari lalu itu juga sempat menimbulkan ketakpercayaan dari Kepala Desa Banjarejo, Pakis, Suko Mulyono.
Dirinya menyampaikan, kemungkinan besar adanya penyekapan yang dilakukan warganya itu sangatlah kecil, bahkan tak ada. “Jika dikatakan menyekap kayaknya tidak. Mungkin ada kesepakatan dari anak-anaknya untuk mengisolir diri dan tidak berinteraksi dengan warga. Alasan pasti kita belum tahu,” ujar Suko yang menyebutkan juga Artimunah tetap beraktivitas seperti biasanya sebelum adanya evakuasi ke RSJ Lawang.
Suko melanjutkan, bahwa tak ada bukti adanya dugaan penyekapan di rumah Artimunah. Bahkan, dirinya menyatakan rumahnya bersih dan kamar yang ditempati anak-anaknya juga bersih.
“Artinya, jika benar ada penyekapan tentu tidak seperti itu kondisi rumah dan kamar anak-anaknya,” tandasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close