Pemerintahan

Butuh Rp 50 Miliar Siapkan Air Bersih di KEK Singosari, Ini Opsi Perumda Tirta Kanjuruhan

INDONESIAONLINE – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari siap untuk dibangun di tahun 2020 ini. Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 tahun 2019 tentang KEK Singosari, serta berbagai regulasi daerah lainnya. Luas wilayah KEK Singosari 120,3 hektar (ha) pun siap dibangun dengan sistem zonasi sesuai dengan PP 68/2019. Yakni, wilayah pariwisata dan teknologi digital dengan prioritas pembangunan awal seluas 44,8 ha.

Di luasan lahan itu, pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar, seperti penambahan jalan, sarana air bersih, broadband dan lainnya siap digenjot di tahun pertama. Sesuai dengan target yang ditetapkan dalam PP 68/2019 yakni KEK Singosari siap beroperasi dalam jangka waktu paling lama tiga tahun sejak aturan ini diundangkan.
Terkait hal inilah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pun mencoba memberikan dukungan, khususnya terkait penyediaan sarana air bersih di KEK Singosari, melalui Perumda Tirta Kanjuruhan yang telah merampungkan proses perencanaan terkait hal itu.
“Perencanaan penyediaan sarana air bersih KEK Singosari seluas 200 ha telah kita lakukan. Dimana kebutuhan anggaran serta hal teknis lainnya telah selesai,” ungkap Syamsul Hadi, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Minggu (5/1/2020).
Walau telah mengantongi hal itu, lanjutnya, Perumda Tirta Kanjuruhan tetap menunggu persetujuan pihak pengelola KEK Singosari yaitu PT Intelegensia Graha Tama. Khususnya terkait hal teknis terkait penyediaan air bersih melalui pola pembuatan sumur bor dalam.
Terkait anggaran penyediaan air bersih di KEK Singosari, Syamsul menyampaikan, bisa menelan dana sebesar Rp 50 miliar. Dimana, anggaran itu nantinya bisa bersumber dari bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) atau lewat bentuk kerjasama dengan pihak pengelola KEK Singhasari.
Besaran anggaran itu nantinya dipergunakan untuk membangun jaringan air bersih. Salah satu opsi untuk itu adalah dengan melakukan teknik pompa dari sumber air wendit, Pakis, untuk mencukupi kebutuhan area seluas 200 ha di KEK Singosari.
“Salah satu opsi dengan teknik pompa dari wendit. Dari hasil perencanaan kita itu bisa mencukupi kebutuhan air bersih di KEK Singosari dengan debit air sebesar 100 meter kubik per detiknya,” ujar Syamsul.
Opsi lainnya adalah dengan pengeboran sumur dalam di wilayah KEK Singosari. Walau hal ini sebagai alternatif dan tentunya masih membutuhkan persetujuan dengan pengelola KEK Singosari. Tapi, lanjut Syamsul, potensi air di wilayah KEK Singosari terbilang mencukupi, setelah pihaknya melakukan survei dengan metode geolistrik.
“Kalau potensi air cukup di sana, tapi pakai opsi pengeboran sumur dalam. Ini opsi alternatif bila memang ada kesepakatan kita bisa lakukan itu. Sewaktu-waktu dibutuhkan kita siap,” imbuhnya.
Kesiapan Perumda Tirta Kanjuruhan untuk mempersiapkan air bersih di KEK Singosari menjadi sangat penting ke depannya. Apalagi KEK Singosari diproyeksikan menjadi the best place to live atau tempat yang paling nyaman dan potensial untuk ditinggali di masa depan.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, dalam acara Musyawarah Pimpinan Wilayah II Aisyiyah Jatim. Dimana, eks Bupati Trenggalek ini menyampaikan, kelak di KEK Singosari akan tumbuh ekonomi berbasis digital tourism dan lingkungan alam yang asri berdampingan.
“Karena disanalah ekonomi berbasis digital tourism dan lingkungan alam yang asri akan tumbuh, bisa kita tawarkan kepada generasi penerus bangsa,” ucapnya kepada media.
Salah satu prasyarat utama menjadi tempat yang paling nyaman dan potensial untuk ditinggali di masa depan, adalah ketersediaan air bersih bagi masyarakat di lingkungan itu sendiri.

 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: