Hukum dan Kriminalitas

Hindari Data Pribadi dan Akun Dicuri, Ini Tips dari Tim Cyber Makota

INDONESIAONLINE – Kasus pencurian data pribadi maupun akun media sosial sudah sering menimpa banyak orang. Terlebih lagi dengan semakin majunya perkembangan teknologi, banyak oknum yang memanfaatkan dan mencari celah dalam berbuat kejahatan dengan data pribadi dan akun curian itu.

Penggunaan aplikasi pesan Whatsapp, misalnya, rentan tercuri data maupun kontrol aplikasinya jika tak berhati-hati dalam pemakaiannya. Sebut saja dalam penggunaan fitur Whatsapp web. Dengan fitur Whatsapp web, seseorang bisa mengakses pesan Whatsapp melalui sebuah browser pada komputer.

Penggunaan Whatsapp web akan rentan merugikan pemilik akun manakala setelah penggunaan, pemilik akun lupa melakukan logout. Terlebih lagi saat dalam penggunaan fitur Whatsapp web tersebut, pemilik melakukan login pada komputer yang banyak digunakan orang.

Sekali saja lupa untuk melakukan logout, kemudian terdapat orang jahil dan berniat jahat, maka akun Whastapp yang tertaut bisa saja disalahgunakan oknum tersebut. Meskipun tidak disalahgunakan, bisa saja si oknum tersebut memantau aktivitas pesan-pesan privasi yang dikirim tanpa diketahui pemilik.

Karena itu, anggota Tim Cyber Makota Sugeng Riyadi mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna aplikasi pesan Whatsapp, untuk berhati-hati. Masyarakat diminta untuk selalu mengontrol hal-hal yang berkaitan dengan keamanan data-data pribadi maupun akun media sosial.

Dalam penggunaan Whatsapp web, jika kita lupa melakukan logout dan terlanjur meninggalkan komputer, maka segera saja lakukan logout melalui aplikasi.

“Meskipun lupa, kita juga bisa logout melalui Whatsaap di HP kita. Untuk menghindari hal-hal itu, jika kita sering menggunakan fitur Whatsapp web, makanya harus sering kita kontrol Whatsapp kita apakah tersambung dengan web atau tidak,” jelas pria yang kesehariannya bertugas di Humas Polresta Malang Kota itu.

Upaya lain untuk mencegah pencurian data bisa juga dilakukan dengan selalu berhati-hati dan tidak mudah meminjamkan HP pribadi kepada orang lain. Sebab, jika itu terjadi, maka potensi kerawanan pencurian data bisa saja terjadi jika oknum yang meminjam berniat jahat.

“Tentunya jangan sampai HP kita ini dipegang orang lain yang dapat menyinkronkan data di HP kita dengan sesuatu aplikasi atau Whatsapp itu sendiri,” beber Sugeng.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, masyarakat juga diharapkan berhati-hati manakala menerima sebuah pesan berbentuk link-link yang mencurigakan. Sebab,  pencurian data juga bisa terjadi saat sebuah link mencurigakan dibuka atau di klik. Sekali saja klik, maka otomatis data-data pribadi akan tersalin atau diketahui oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Kalau di Whatsapp terkadang kita mendapatkan tautan link yang kita disuruh klik untuk mengetahui apa atau sesuatu. Nah ini perlu juga dihindari jangan langsung di-klik tautannya. Jangan juga jangan gampang men-download aplikasi yang ada di android, apalagi yang tidak berbayar alias gratis, karena rentan juga terjadi adanya pencurian data,” pungkas Sugeng.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close