Peristiwa

Mahasiswa KKM UIN Malang Turut Perhatikan Para Lansia

INDONESIAONLINE – Sebanyak 2.973 mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Malang beberapa waktu lalu dilepas untuk melakukan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Mengabdi 2020 di berbagai daerah. Mereka ditempatkan di 188 desa yang berada di Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Nah, salah satu kegiatan yang dilakukan oleh salah satu kelompok KKM adalah memperhatikan orang lanjut usia (lansia) di Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen.

Perhatian terhadap lansia karena di Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, posyandu juga memberi pelayanan kepada lansia. Seperti yang diketahui, kebanyakan Posyandu lebih fokus pada pemantauan ibu dan balita.

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 83 turut serta membantu perangkat desa dan pengurus Posyandu setempat untuk melayani warga, Jumat (3/12/2020).

Posyandu Balita bertempat di kantor desa. Sementara Posyandu Lansia bertempat di dua lokasi, yakni RW 04 dan RW 05. Pembagian dua lokasi disebabkan, menurut data desa, jumlah lansia sangat banyak.

Para mahasiswa melayani para lansia itu dari pukul 07.00 pagi. Posyandu Lansia dibuka dari pagi hingga sore hari.

“Waktu pelayanan Posyandu Lansia tidak sesingkat Posyandu Ibu Hamil dan Balita. Ia dibuka hingga sore hari karena masih banyak warga lansia yang berangkat ke sawah sebelum pukul 07.00 WIB dan baru pulang saat memasuki waktu Salat Zuhur,” beber Bidan Posyandu Desa Gedog Kulon, Vinda.

Ia menyatakan, pihak desa sangat memperhatikan kegiatan Posyandu Lansia. “Urgensinya sama tinggi dengan Posyandu Balita karena angka kematian akibat penyakit yang lambat terdiagnosa,” katanya.

Untuk itu ia juga berterima kasih atas bantuan para mahasiswa KKM UIN Malang.

“Dengan terdiagnosanya penyakit sejak dini, anggota keluarga dapat memperhatikan asupan para lansia. Sehingga kesehatan mereka dapat terpantau,” paparnya.

Para mahasiswa KKM memberikan berbagai pelayanan untuk lansia. Seperti pengukuran berat badan dan tekanan darah.

“Dua hal ini sangat mempengaruhi kesehatan para orang lansia,” ungkapnya.

Beberapa lansia yang memiliki tekanan darah sangat tinggi akan diberikan obat oleh bidan. Jika dalam beberapa hari penyakit tersebut belum menunjukkan perkembangan positif, maka mereka akan diperiksa di Poli Kesehatan Desa untuk ditangani lebih lanjut.

“Selepas itu, para lansia juga diberi makanan ringan gratis,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close