Peristiwa

Mahfud MD Bela Pernyataan Prabowo yang “Lembek” ke China soal Natuna

INDONESIAONLINE – Belakangan ini, hubungan antara Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China memanas. Hal ini disebabkan adanya pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang dilakukan kapal Negeri Tirai Bambu tersebut di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Beberapa hari lalu, menanggapi hal ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memilih santai. Prabowo mengatakan akan mencari jalan “kalem’” dan damai untuk menyelesaikan kasus Laut Natuna Utara tersebut.

“Kami harus mencari jalan dan solusi terbaik. Bagaimanapun Tiongkok adalah negara sahabat. Kita cool saja, santai,” kata Prabowo, Jumat (3/1/2020).

Banyak protes atas sikap Prabowo yang dianggap ‘lembek’ tersebut. Beberapa mempertanyakan di mana kegarangan Prabowo dulu.

Tetapi, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membela Prabowo. Ia menyatakan, tak ada yang salah dengan pernyataan Prabowo.

“Tidak salah dari pernyataan Pak Prabowo. Kita selesaikan dengan kalem kan boleh, tidak usah ngotot-ngototan tetapi tetap pada prinsip tidak ada nego karena nego itu berarti ada konflik-konflik bilateral,” ungkapnya Minggu, 5/1/2020) saat kunjungan kerja ke Malang.

Ditegaskan oleh Mahfud bahwa Indonesia tidak akan melakukan negosiasi dengan China. Sebab, sudah jelas, menurut Zona Ekonomi Eksklusif yang ditetapkan pada tahun 1982 oleh PBB, Laut Natuna Utara adalah milik Indonesia. “Saya sebagai menko polhukam mengatakan tidak ada negosiasi dengan China,” tandasnya.

Apabila melakukan negosiasi, Mahfud menyebut berarti Indonesia mengakui ada konflik. “Padahal secara hukum kita sah. Apa pun kita usir, kita halau, bukan bernegosiasi. Harus begitu,” tegas dia.

Apabila China tetap ‘ngotot’ masuk, maka mereka akan diusir. Pengerahan kapal militer sendiri sudah mulai bersiap-siap kemarin (Minggu, 5/1/2020). 

Menurut Mahfud, patroli akan diperkuat. Kapal-kapal yang saat ini ada di tempat lain digerakkan ke Natuna. “Sudah persiapan ke sana (Natuna). Apa pun yang kita miliki harus kita gunakan untuk menjaga kedaulatan kita,” ujarnya.

Namun, Mahfud menegaskan bahwa pengerahan kapal militer tersebut bukan dalam rangka berperang. “Kita tidak berperang ya. Tapi menghalau untuk menjaga negara kita sendiri,” tandasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close