Pendidikan

Mahfud MD: Rasionalisme Itu Sesat

INDONESIAONLINE – Pada pengembangan ilmu yang berbasis agama, ilmu pengetahuan dan teknologi menerima rasionalitas atau logika. Akan tetapi, menolak rasionalisme.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

“Rasionalitas, logika, diterima sepenuhnya oleh ilmu pengetahuan menurut agama. Islam misalnya,” ucapnya dalam kunjungan kerjanya ke Malang.

Mahfud menyampaikan orasi ilmiah pada Rapat Terbuka dalam rangka Dies Natalis UB ke-57 yang digelar di Gedung Samantha Krida UB, Minggu kemarin (5/1/2020).

“Tetapi ingat, tidak semua kebenaran itu rasional,” timpalnya.

Mahfud menyatakan, apabila seseorang menganggap kebenaran hanya yang rasional, berarti orang tersebut bukan penganut rasionalitas, melainkan penganut rasionalisme.

“Itu (menganut rasionalisme) dilarang oleh agama apapun,” tegasnya.

Rasionalisme adalah suatu paham yang menyatakan bahwa yang benar hanya bisa dieksperimen, diuji, dan dibuktikan secara fisik atau secara matematik. Sedangkan yang tidak bisa dibuktikan (seperti agama, misalnya) itu bukan rasionalisme.

“Dan pendapat seperti itu yang melahirkan perang dunia pertama dan kedua yang membunuh ribuan orang itu,” imbuhnya.

Rasionalisme bisa seberbahaya itu sebab menganggap ilmu dan teknologi netral senetral-netralnya.

“Kalau menurut agama apapun, jangan mengembangkan ilmu kalau itu membahayakan orang,” imbuhnya.

Masing-masing diri kita sendiri pasti mempunyai pengalaman pribadi yang benar tetapi tidak rasional. Misal, orang Jawa yang percaya kalau bermimpi mandi maka akan sakit; atau apabila tiba-tiba terdapat kupu-kupu di rumah maka akan ada tamu; dan lain sebagainya.

Dalam agama sendiri sudah dijelaskan adanya 10 tingkatan irasionalitas. Beberapa di antaranya ada mukjizat, karamah, ma’unah, dan lain-lain.

“Sebenarnya sesuatu yang tidak bisa dilihat itu kan karena ada di luar dimensi kemampuan manusia melihat,” timpalnya.

Hal-hal lain yang tidak bisa dilihat oleh sebagian manusia contohnya hantu, jin, setan, dan lain-lain.

Nah, adanya hal-hal yang tidak rasional ini sendiri sudah dijelaskan dalam surat Iqro’ atau surat Al ‘Alaq.

“Artinya bacalah dengan nama Tuhanmu yang Maha Agung, yang mengajarkan manusia dengan logika, rasionalitas, tapi juga memberitahu kepada manusia tentang hal-hal yang tidak ada ilmunya,” bebernya.

“Oleh sebab itu, jangan sombong. Jangan mengandalkan rasionalisme. Kamu harus mengikuti rasionalitas karena rasionalitas itu pendorong kemajuan. Tapi jangan sekali-kali engkau terjebak dalam rasionalisme karena rasionalisme itu sesat!,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close