Peristiwa

Musim Hujan, Kota Malang Rentan Terjadi Bencana, Berikut Siaga Berbagai Pihak

INDONESIAONLINE – Memasuki 2020, diprediksi puncak musim penghujan terjadi pada Bulan Februari dan Maret.

Hujan lebat disertai angin bisa terjadi di kawasan Jawa Timur, termasuk di Kota Malang.

Dari situ, potensi becana alam seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan juga pohon tumbang rentan terjadi sewaktu-waktu dan bisa mengancam keselamatan masyarakat.

Melihat hal ini, Polresta Malang Kota bersama Badan Penanggukangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, para relawan maupun Kodim 0833  melakukan langkah antisipasi bencana dengan apel koordinasi kesiapsiagaan tanggap bencana dalam penanganan maupun pencegahan.

26 rumah sakit nantinya juga telah disiagakan untuk menangani pasien-pasien emergency korban bencana yang bisa saja setiap saat datang. 

Selain itu, 100 mobil ambulan dari berbagai instansi maupun organisasi, juga telah disiapkan untuk bisa digunakan melakukan evakuasi setiap saat.

“Kita sudah berkomitmen dengan kepala BPBD ataupun Pemkot bahwa ada 26 rumah sakit rujukan yang tidak boleh menolak untuk pasien emergency. Termasuk kendaraan ambulan juga bisa digunakan setiap saat,” ungkap Kapolres Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Sinarmata (6/1/2020).

Lanjutnya, selain peralayan, pihaknya juga telah menyiapkan sekitar 800an personel gabungan yang itu siap siaga selama 24 jam untuk dimintai bantuan, dimanapun itu.

Pihaknya juga melakukan rapat koordinasi lanjutan dengan jajaran wilayah Kabupaten Malang maupun Kota Batu.

“Tapi semoga saja, di Kota Malang suasana masih tetap kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Malang, Alie Muryanto, menjelaskan mengenai bencana yang rawan terjadi di Kota Malang yakni banjir, tanah longsor angin kencang hingga pohon tumbang.

Namun mengenai banjir, di Kota Malang terdapat 28 titik rawan yang tersebar di Kota Malang.

“28 titik tersebut di antaranya di Galunggung, Jalan S Parman, Jalan Soekarno Hatta, dikawasan Ringinasri maupun Jalan Panji Suroso,” jelasnya.

Untuj upaya antisipasi, pihaknya gencar dalam melakukan gerakan angkat sampah dan sendimen yang diinstruksikan langsung Wali Kota Malang.

“Kami bekerjasama dengan seluruh pemangku wilayah, bersama-sama mitigasi, pada saat terjadi bencana apa yang dilakukan dan pasca bencana apa yang harus dilakukan. Semua telah kami koordinasikan,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close