Pemerintahan

Adanya Server Adminduk Ngadat, Dispendukcapil Disidak Dewan

INDONESIAONLINE – DPRD Kabupaten Malang melalui Komisi I yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Kecamatan Bululawang terkait pengawasan dan monitoring pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) menemukan sesuatu yang membuat mereka kecewa.

Pasalnya, dari kunker itu ditemukan adanya kendala terkait server adminduk yang error atau ngadat. Sehingga membuat pelayanan kepada masyarakat pun terganggu dan petugas di Bululawang pun tak maksimal kerjanya, Senin (6/1/2020).

Hal itulah yang membuat Komisi I pun ‘nglurug’ kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) bersama Ketua DPRD Didik Gatot Subroto, Selasa (7/1/2020). Untuk memastikan faktor penyebab timbulnya kendala pelayanan adminduk di kecamatan Bululawang maupun kecamatan lainnya.

Hal ini dibenarkan oleh Sri Meicharini atau akrab disapa Rini, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang, kepada MalangTimes. “Benar tadi dari dewan ke sini untuk melihat pelayanan sekaligus server adminduk kita,” ucapnya, Selasa (7/1/2020).

Tapi, lanjut Rini, persoalan yang terjadi di Kecamatan Bululawang, yakni server adminduk error bukan persoalan pihaknya mematikan jaringan atau hal lainnya yang diduga beberapa pihak. “Bukan karena itu, tapi memang seluruh jaringan adminduk sedang error.

 Ini disebabkan adanya migrasi jaringan yang dilakukan oleh Diskominfo (Dinas Komunikasi dan Informatika) dari Telkomsel ke Indosat,” terangnya menjelaskan duduk perkara itu.
Migrasi jaringan itu tak hanya membuat server di tingkat kecamatan ngadat atau error, tapi di kantor Dispendukcapil pun nasibnya sama. 

“Tadi, salah satu anggota dewan (Unggul Nugroho anggota Komisi I, red) cek server kita dan memang juga sedang ngadat. Dari informasi Diskominfo ini bisa sampai 2 mingguan baru bisa lancar,” lanjut Rini.
Pernyataan Rini, dari penelusuran MalangTimes  beberapa hari lalu sampai berita ini ditulis, memang benar. Tak hanya server Adminduk saja yang mengalami error, portal resmi Pemkab Malang pun telah berhari-hari tak bisa diakses. Sehingga dipastikan bahwa kendala utama persoalan terganggunya server Adminduk ada di migrasi jaringan yang dilakukan Diskominfo.

“Ini ada suratnya terkait migrasi dari Diskominfo. Kita juga kerap berkomunikasi terkait perbaikan itu, sampai kapan selesainya. Terakhir dari petugas Diskominfo katanya enggak sampai dua Minggu ke depan sudah normal lagi,” ujar Rini.
Persoalan jaringan dengan server terpusat di Diskominfo dalam berbagai pelayanan di Kabupaten Malang, memang menjadi pekerjaan rumah serius untuk segera dicari jalan keluarnya. Pasalnya, selain mengganggu pelayanan yang terkait erat dengan sistem online atau elektronik. Persoalan ini pun tak hanya terjadi sekali atau dua kali kejadian saja dalam beberapa tahun belakangan ini.

Didik Gatot Subroto, Ketua DPRD Kabupaten Malang pun menyampaikan usulan ke Dispendukcapil, agar memiliki ISP (internet service provider) sendiri dan tak jadi satu dengan Diskominfo.
“Kita sarankan itu agar kalau terjadi hal ini, pelayanan masyarakat seperti ini tak terganggu. Apalagi Dispendukcapil merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Jadi perlu punya ISP sendiri,” ujarnya.

Tak hanya menyarankan itu, Didik Gatot pun, menyarankan pelayanan adminduk bisa digeser ke 33 kantor kecamatan di Kabupaten Malang. “Ini biar masyarakat bisa lebih dekat dalam mengurus adminduknya,” imbuhnya.
Usulan itu pun, menurut Rini, telah dilakukan pihaknya. Khususnya terkait pelayanan adminduk oleh kecamatan dengan sistem online yang akan dimulai di tahun 2020. Dimana, untuk proses jaringan dan kelengkapan peralatannya berada di Diskominfo Kabupaten Malang. Sehingga, dimungkinkan, migrasi jaringan ini pun dalam upaya ke arah merealisasikan program online.

“Tapi untuk memiliki ISP sendiri, kita setuju sekali. Tapi ini perlu persetujuan pak Bupati dulu,” ujarnya.
Disinggung pola menyikapi masih errornya server di tingkat kecamatan, Rini menjelaskan, bahwa sebenarnya bila jaringan eror, operator masih bisa melakukan pelayanan adminduk.

“Masih bisa sebenarnya operator di kecamatan melayani adminduk, yakni memakai jaringan komunikasi data atau pakai paket data internet. Untuk perekaman juga bisa dilakukan. Ini kecamatan Dau dan Karangploso bisa melakukannya. Jadi memang letaknya di operator ini,” urainya.

Dengan kondisi itu pula, maka Dispendukcapil Kabupaten Malang, akan kembali menurunkan para petugasnya ke wilayah kecamatan untuk mendampingi para operator.
“Kita rencanakan juga untuk mengumpulkan operator dari 33 kecamatan yang ada,” tandas Rini.
 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close