Hukum dan Kriminalitas

Duh Miris, BNN Sebut 80 Persen SD-SMP Kota Malang Terpapar Narkoba

INDONESIAONLINE – Data yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang sungguh bikin miris. BNN Kota Malang menyebut  peredaran narkoba saat ini makin banyak merambah instansi sekolah. Bahkan, para pengedar maupun penggunanya juga merupakan siswa aktif yang berusiai 15 sampai 19 tahun.

Ketua BNN Kota Malang AKBP Agoes Irianto membeberkan, peredaran narkoba di kalangan pelajar mulai gencar terjadi sejak 2015 hingga saat ini. Khusus di tingkat SD maupun SMP, dari sekitar 125 sekolah di Kota Malang, tercatat dirata-rata lima dari sepuluh siswanya telah terjerat narkoba.

Hal itu juga terbukti kala BNN Kota Malang mendatangi sebuah sekolah dan mengumpulkan 70 siswanya. Saat itu, BNN meminta para siswa mengaku siapa saja yang pernah memakai narkoba. Hasilnya sangat mengejutkan. Sebanyak 40 siswa mengaku pernah memakai atau terpapar narkoba.

“Tahun 2019, dari 80 pecandu, 25 di antaranya adalah pelajar dan ada empat yang berusia di bawah 15 tahun.  Dari 125 sekolah yang yang kami berikan penyuluhan, memang hampir 80 persen ada indikasi terpapar narkoba,” ucap Agoes.

Meski begitu, BNN bersama Pemkot Malang, dalam hal ini Dinas Pendidikan, masih belum bisa berbuat banyak dan hanya terus melakukan pergencaran penyuluhan ke sekolah-sekolah. Tujuannya untuk menggerus  peredaran narkoba di kawasan sekolah.

Soal asal-muasal barang haram tersebut, Agoes mengatakan bisa saja didapatkan dari komunitas para siswa  bergaul ataupun lingkungan sekitarnya. Sehingga, dalam hal ini, pergaulan juga menjadi salah satu faktor yang bisa membuat terpapar narkoba.

Selain faktor pergaulan, kalangan ekonomi bawah maupun mereka yang tinggal di kawasan pinggiran juga begitu rentan terpapar narkoba. Terlebih lagi mereka yang mengalami situasi dalam keluarga yang tak mendukung, misalnya mengalami broken home, juga sangat rentan. “Pengawasan dari orang tua dalam kondisi tersebut terkadang memang lepas kontrol sehingga anak-anaknya menjadi liar,” ujarnya.

Sementara, dr Agustina, dokter bagian rehabilitasi BNN Kota Malang, menambahkan, untuk mengedarkan narkoba, misalnya jenis dobel L, terkadang siswa atau anak yang telah terpapar menawarkan kepada teman terdekatnya. Saat menawarkan, mereka menggunakan alasan jika mengonsumsinya, si anak akan bertambah cerdas atau tambah cantik.

 Mereka yang telah terpapar barang haram itu mengalami perubahan sikap. Jika sebelumnya mereka berkarakter tenang, berubah menjadi gelisah, pemarah, ataupun menjadi sulit diarahkan.

“Dan itu motif yang sering ditemui. Makanya pengawasan dari orang tua atau sekolah harus lebih ditingkatkan lagi karena hal ini sangat memprihatinkan,” pungkas dia.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close