Peristiwa

Ingin Tidur Bersama Ayahnya Namun Ditolak, Pria 24 Tahun Nekat Menceburkan Diri ke Sumur

INDONESIAONLINE – Aksi nekat Joko Sugianto warga Dusun Kampung Kembang, Desa Tawang Rejeni, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini sempat membuat heboh penduduk sekitar. Bagaimana tidak, pria 24 tahun itu nekat menceburkan diri ke dalam sumur lantaran permintaannya tidak dituruti oleh orang tuanya.

”Sebelum menceburkan diri ke dalam sumur, korban sempat meminta kepada orang tuanya untuk ditemani tidur,” terang Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo, Selasa (7/1/2019).

Mendapat laporan adanya kasus orang menceburkan diri ke dalam sumur, petugas gabungan dari PMI Kabupaten Malang, perangkat desa setempat, serta dibantu warga langsung berupaya mengevakuasi korban dari dasar sumur yang memiliki ke dalaman sekitar 20 meter tersebut. ”Korban berhasil selamat, hanya mengalami luka ringan,” sambung pria yang akrab disapa Tomo ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, Senin (6/1/2019) petang, tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB korban yang mengetahui orang tuanya pulang dari merumput meminta kepada ayahnya untuk menemaninya tidur.

Mendapat permintaan tersebut, Poniman (ayah korban) sempat menolak halus agar putranya tidur terlebih dahulu. Alasannya masih kotor usai mencari rumput di kebun yang tidak jauh dari rumahnya. ”Korban dijanjikan oleh ayahnya untuk ditemani tidur usai mandi setelah merumput tersebut,” ungkap Tomo kepada MalangTIMES.com.

Merasa kecewa karena permintaannya tidak segera dituruti, korban yang diketahui juga berkebutuhan khusus ini langsung lari ke arah sumur yang ada di belakang rumahnya untuk menceburkan diri. Mengetahui aksi putranya tersebut, ibu korban, Paini sempat berupaya mencegah dengan cara memegang tangan korban.

Bukannya berhenti, Joko justru semakin memberontak agar genggaman tangan ibunya dilepaskan. Hingga akhirnya, Paini yang tak kuasa menahan perlawanan putranya membuat genggaman tangannya terlepas. Alhasil, pria yang berusia lebih dari kepala dua itupun langsung menceburkan diri ke dalam sumur.

”Warga setempat sempat memberikan bantuan udara dengan menggunakan mesin blower. Tujuannya agar korban tidak sampai kehabisan udara untuk bernafas,” jelas Tomo.

Sekitar 30 menit kemudian korban akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur. Dengan cara manual, yakni menjulurkan tali ke dalam sumur, korban yang mendapat arahan agar mengikatkan tali ke badannya, akhirnya berhasil ditarik ke atas setelah intruksi warga tersebut dilakukan oleh korban.

”Informasinya, hari ini (Selasa 7/1/2019) pihak keluarga masih merawat dan menjaga putranya (korban). Tidak sampai dibawa ke rumah sakit, hanya dirawat sendiri. Sebab hanya mengalami luka ringan,” tutup Tomo.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close