Hukum dan Kriminalitas

Wanita Pengedar Sabu “Nyanyi”, Dua Warga Sedusun Diringkus

INDONESIAONLINE – Upaya Satreskoba Polres Malang untuk memburu keberadaan pemasok sabu dalam dompet bertuliskan nama sebuah waralaba rumah makan siap saji akhirnya membuahkan hasil. Tidak lama setelah mengamankan jaringannya, dua orang tersangka pemasok sabu berhasil diringkus polisi.

Dua tersangka yang baru saja diamankan bernama Samsul Arifin (52) dan Rifan Novianto (36). Keduanya merupakan warga  Dusun/Desa Rembun, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

”Keberadaan kedua pelaku terlacak setelah petugas menelusuri nomor rekening yang diduga merupakan milik si pengedar sabu,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang AKP Ainun Djariyah,  Selasa (7/1/2019).

Seperti  diberitakan sebelumnya, akhir pekan lalu anggota Satreskoba Polres Malang meringkus perempuan bernama Christina Anjang Setyowati lantaran terlibat jaringan peredaran narkoba.

Dari tangan warga Kelurahan/Kecamatan Dampit, tersebut, polisi berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya sepoket sabu seberat 0,37 gram, seperangkat alat isap, dan beberapa perlengkapan penjualan sabu.

Barang bukti itu disimpan wanita 48 tahun tersebut dalam dua buah dompet. Di hadapan penyidik, Christina mengaku dirinya mendapat pasokan sabu setelah mentransfer uang ke nomor rekening milik sang pengedar.

Berawal dari pengakuan itulah, polisi akhirnya menelusuri identitas pemilik nomor rekening tersebut. Belakangan diketahui, pemiliknya bernama Samsul Arifin yang kemudian langsung dilakukan penelusuran.

Hasilnya, polisi mendapat informasi bahwa tersangka Samsul hendak mengelar pesta sabu di rumahnya di Dusun Rembun. Benar saja, saat dilakukan pengerebekan, petugas mendapati Samsul dan Rifan sedang bersiap mengonsumsi sabu.

”Kasusnya masih pengembangan. Kedua tersangka masih menjalani penyidikan. Kasusnya sudah ditangani Satreskoba Polres Malang,” sambung Ainun yang pernah menjabat kasat binmas Polres Malang.

Saat digerebek, kedua tersangka sempat mengelak bahwa mereka hendak menggelar pesta sabu. Namun saat dilakukan penggeledahan, kedua tersangka akhirnya hanya bisa pasrah digelandang ke kantor polisi  setelah petugas mendapati sepoket sabu seberat 0,35 gram dan seperangkat alat isap

Tidak berhenti di situ. Saat menggeledah rumah Samsul, polisi  juga mendapati berbagai barang bukti, yang meliputi tiga unit HP, perlengkapan penjualan sabu, dan buku tabungan yang terdapat rekapan sejumlah uang dari hasil menjual sabu.

”Barang buktinya sudah kami sita guna kepentingan penyidikan. Petugas masih memburu keberadaan pelaku lain yang terlibat jaringan peredaran sabu ini,” ucap Ainun.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close