Pemerintahan

Blangko e-KTP Tersisa 3 Ribu Keping, Dispendukcapil Prioritaskan Warga Pemula

INDONESIAONLINE – Persoalan ketersediaan blangko e-KTP masih terjadi di berbagai daerah. Seperti di Kabupaten Malang, di awal tahun ini hanya tersisa sekitar 3 ribu keping blanko. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang harus pandai-pandai memprioritaskan penggunaannya.

“Sisa blangko sekitar itu (3 ribu keping), kita memang harus benar-benar bisa memprioritaskan penggunaannya. Karena kebutuhannya sangat besar sekali sampai saat ini,” ucap Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang Sri Meicharini kepada MalangTimes, Rabu (8/1/2020).

Seperti diketahui, kebutuhan blangko e-KTP sampai saat ini mencapai sekitar 94 ribu. Puluhan ribu orang itu kini hanya memegang surat keterangan (suket) pengganti e-KTP. Dengan kebutuhan itu serta sisa blangko yang ada tentunya sangat tak memadai.

Sehingga, pihak Dispendukcapil akan mendistribusikan sesuai dengan arahan dari Dirjen Dukcapil Kemendagri. “Blangko sisa kita prioritaskan ke warga pemula. Selain itu prioritas lainnya untuk warga yang sakit, yang akan ke luar negeri atau naik haji,” ujar Rini, sapaan akrabnya.

Dia melanjutkan, bagi warga yang mengurus karena adminduk rusak atau perubahan status dan data dimintanya untuk bersabar terlebih dahulu.

“Untuk warga yang mengurus karena itu, kita sedang berupaya mengajukan blangko ke pusat. Kita dijanjikan Januari ini dikirim lagi,” imbuh Rini.

Seperti diketahui, sampai saat ini print ready record (PRR) di Kabupaten Malang mencapai 32 ribu. Dari total itu merupakan pemilik adminduk pemula atau baru yang jadi prioritas untuk mengakses sisa blangko e-KTP.

Kondisi inilah yang membuat blangko e-KTP di wilayah kecamatan di Kabupaten Malang kosong sampai saat ini. Hal yang membuat masyarakat pun akhirnya harus bersabar menunggu serta mencoba memahami kondisi terkait persoalan tersebut.

“Jadi kami tegaskan, bahwa hal itu terjadi di luar kewenangan kami. Tapi, tentunya kita berupaya untuk memenuhinya dengan mengajukan kebutuhan blangko ke pusat,” tegas Rini.

Disinggung kondisi di tingkat Dirjen Dukcapil Kemendagri, terkait ketersediaan blangko e-KTP, Rini tak bisa menjawabnya. Apakah memang di pusat kondisi blangko memang menipis atau tidak untuk kebutuhan di daerah.

“Saya tidak tahu. Tapi sekali lagi kita telah mengajukan dan mendapat perhatian di Januari ini untuk kekurangan blangko,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close