Pemerintahan

Pengerjaan Molor, Ini Besaran Denda yang Ditanggung Kontraktor Pasar Sukun

INDONESIAONLINE – Pengerjaan Pasar Sukun molor dari target yang ditetapkan. Hingga saat ini, proses pengerjaan pasar masih terus dikebut. Lantaran molor, kontraktor sebagai pemenang lelang telah dikenai denda sebagaimana ketentuan yang ditetapkan saat perjanjian kerjasama (PKS) disepakati.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang, Wahyu  Setianto menyampaikan, besaran denda yang dibebankan pada kontraktor mencapai Rp 500 ribu per harinya. Angka itu sesuai dengan hitungan sepermil yang dibebankan pada kontraktor saat terlambat mengerjakan proyek.

“Denda kontraktor harus dibayarkan per harinya,” katanya.

Wahyu menjelaskan, kontraktor diberi waktu perpanjangan untuk menyelesaikan pembangunan pasar selama 50 hari. Namun dia optimis, pembangunan akan rampung sebelum tenggat waktu maksimal tersebut. Lantaran saat ini, progress pembangunan sudah mencapai 97 persen.

“Kemungkinan Februari pedagang sudah bisa masuk ke pasar,” tambahnya.

Lebih jauh Wahyu menerangkan, anggaran yang digelontorkan pada kontraktor Pasar Sukun tak penuh sebagaimana kesepakatan. Melainkan hanya sebesar 91 persen, sesuai dengan progress pembangunan yang dilakukan hingga 27 Desember 2019. Sedangkan anggaran sisanya akan diserahkan kepada kontraktor saat bangunan sudah selesai.

“Tapi baru akan diserahkan saat APBD-Perubahan 2020. Saat ini anggaran belum dimasukkan dalam APBD 2020,” imbuh Wahyu.

Dia menyampaikan, sebelumnya proses pembangunan Pasar Sukun sempat terhambat cuaca. Namun kendala tersebut sudah mampu diselesaikan kontraktor. Pembenahan lantai hingga pemasangan atap sudah hampir rampung.

“Februari kami targetkan pedagang sudah masuk semua,” pungkasnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close