Hukum dan Kriminalitas

Usai Beli Hp dari Kenalan di Medsos, Pelajar Ini Malah Babak Belur, Kok Bisa ?

INDONESIAONLINE – Apes memang yang dialami oleh MAS, seorang pelajar warga Jalan Kyai Tamin V, Klojen, Kota Malang. Pria berusia 17  tahun tersebut justru babak belur usai membeli hp dari kenalannya di media sosial.

Awal mula kejadian, pada 3 Januari 2020, korban berniat membeli sebuah hp dan mencari pada grup jual beli. Dari situ, kemudian korban terhubung dengan sebuah akun bernama Muhammad Dhaffa yang menjual sebuah hp merek Oppo F11.

Setelah itu, komunikasi tawar menawar akhirnya deal dengan harga Rp 2,4 juta. Korban selanjutnya, langsung melakukan transaksi di depan rumah Muhammad Dhaffa yang ada di Jalan Kebalen Wetan, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Dan kemudian, setelah hp diterima, korban kemudian menanyakan dushbook hp. Sebab sebelumnya dikatakan jika hp yang  dijual dalam kondisi fullset atau lengkap.

Terlapor (pemilik akun Muhammad Dhaffa), kemudian menjanjikan akan segera memberikan dushbook hp kepada korban. Saat itu, ia beralasan jika dushbooknya masih ada di lokasi lain.

Mendapat jawaban tersebut, korban percaya dan kemudian pulang. Namun setelah dua hari kemudian, korban kembali menanyakan perihal dushbook kepada terlapor. Namun lagi-lagi tak ada kejelasan perihal dushbook yang dijanjikan terlapor.

Karena tak sabar terus dijanjikan, korban kemudian pada Senin, 6 Januari 2020, sekitar pukul 22.00 wib mendatangi rumah terlapor.

Tiba di depan rumah terlapor dan tanpa basa-basi, terlapor langsung menghujani korban dengan pukulan pada wajahnya. Tak pelak, pukulan pelaku membuat korban mengalami luka dan mengalami pusing pada bagian kepala.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, Kompol Yunar Hotma, membenarkan kejadian tersebut. Korban bersama keluarganya dalam hal ini ayahnya usai kejadian, tepatnya pukul 23.00 wib langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota.

”Korban mengalami luka memar dan mengeluarkan darah pada bibir. Saat ini kami masih lakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi,” pungkasnya. 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close