Serba-Serbi

Akan Sapa Indonesia, Ini Fakta Menarik Gerhana Bulan Penumbra

INDONESIAONLINE – Gerhana bulan maupun matahari menjadi salah satu fenomena alam yang banyak ditunggu dan dinantikan. Selain indah, fenomena gerhana juga erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan yang selalu diteliti para ilmuan. Itu sebabnya, fenomena alam tersebut tak pernah dilewatkan.

Pada akhir 2019 lalu, beberapa wilayah Indonesia disapa gerhana matahari cincin. Kali ini, Indonesia pun diprediksi akan disapa gerhana bulan penumbra (GBP). Dikutip dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana bulan penumbra akan menyapa beberapa wilayah Indonesia pada Sabtu 11 Januari 2020 mendatang.

Gerhana bulan penumbra tersebut diperkirakan akan muncul mulai 17.05 GMT (10 Januari) 00.05 WIB, 01.05 Wita, dan  02.05 WIT. Kemudian puncak gerhana akan muncul pada 19.10 GMT (10 Januari), 02.10 WIB, 03.10 Wita, 04.10 WIT. Gerhana akan berakhir pada 21.14 GMT (10 Januari), 04.14 WIB, 05.14 Wita, dan 06.14 WIT.

Fenomena alam tersebut memiliki sederet fakta menarik. Di antaranya, gerhana bulan penumbra 11 Januari 2020 terdebut merupakan anggota ke-16 dari 71 anggota pada seri Saros 144. Gerhana bulan sebelumnya yang berasosiasi dengan gerhana ini adalah gerhana bulan penumbra 30 Desember 2001. Sedangkan gerhana bulan yang akan datang dan berasosiasi dengan gerhana pada 11 Januari 2020 adalah gerhana bulan penumbra 21 Januari 2038 mendatang.

Sebagai informasi, gerhana bulan penumbra diprediksi akan terjadi empat kali. Dua di antaranya dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia, satu di antaranya hanya bisa diamati dari wilayah Indonesia bagian barat, dan satu lagi tak dapat diamati di Indonesia.

Gerhana bulan penumbra pertama yang dapat diamati di Indonesia adalah yang akan terjadi pada 11 Januari mendatang. Selanjutnya gerhana bulan penumbra  6 Juni 2020 juga dapat diamati di Indonesia. Selanjutnya gerhana bulan penumbra 5 Juli 2020 tidak dapat diamati dari Indonesia. Lalu, ada GBP 20 November 2020 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia bagian Barat menjelang gerhana berakhir.

Bukan hanya gerhana bulan penumbra. Pada 2020 ini juga diprediksi terjadi lagi gerhana matahari cincin. Diprediksi gerhana matahari cincin (GMC) akan datang pada 21 Juni 2020 yang berupa gerhana matahari sebagian, yang dapat diamati dari Indonesia kecuali sebagian besar Jawa dan sebagian kecil Sumatera bagian Selatan. Kemudian ada gerhana matahari total (GMT) 14 Desember 2020 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

Sebagai informasi, gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan. Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, Bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close