Kesehatan

Arumi Bachsin: Posyandu Harus Holistik Integratif

INDONESIAONLINE – Tak dapat dipungkiri, pelayanan kesehatan melalui Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) penting untuk dihadirkan. Hal itu sebagai salah satu bentuk mewadahi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan dan mengajak hidup sehat secara mandiri.

Bahkan Posyandu kini sudah bertransformasi menjadi Taman Posyandu. Dimana, pelayanan bukan hanya difokuskan untuk tumbuh kembang balita saja, melainkan ada integrasi dari Pos Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Posyandu Remaja, hingga pelayanan bagi lansia.

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin mengatakan dalam melayani masyarakat Posyandu bukan hanya memeriksa kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan mental. Karenanya, menjadi penting ketika Posyandu harus menjadi holistik integratif.

Yakni program revitalisasi Posyandu mandiri dan purnama yang diintegrasikan dengan jenis layanan sosial lainnya di desa secara terpadu dengan tidak meninggalkan tugas utamanya sebagai wadah program kesehatan berbasis masyarakat (PKBM). Kemudian tetap melaksanakan program pengembangan berbasis ekonomi keluarga dan ekonomi kreatif, serta edukasi masyarakat.

“Jadi semuanya ada. Untuk anak usia dini dari segi pendidikannya, segi mentalnya ini nanti anak punya jiwa sosial punya teman. Kemudian berkaitan dengan lansia juga,” ungkapnya, saat melakukan kunjungan ke Taman Posyandu Delima, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Kamis (9/1).

Menurutnya, para lansia tidak bisa dianggap remeh. Mereka dinilai berhak untuk memiliki aktivitas layaknya anak muda. Tidak hanya kesehatan fisik saja, karena sebagai orang yang sudah berusia lanjut kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Salah satunya, melalui komunitas khusus Lansia.

“Lansia itu tidak boleh diremehkan lho. Sehingga membangun komunitas juga penting, karena mau bergaul sama anak muda lagi nggak akan nyambung ngobrolnya. Bersama komunitas mereka mengerjakan hal baru, belajar sosial media saya pikir juga tidak masalah. Harapannya itu nanti dapat menjaga kesehatan fisik dan mentalnya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, istri dari Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak ini mengungkapkan ada perbedaan dalam Posyandu di perkotaan dan pedesaan. Salah satunya, hidup di perkotaan yang cenderung rapat lebih menjadikan masyarakat lebih gayeng dan rukun mengelola Taman Posyandu.

“Kecenderungan kalau di sini (Kota Malang) hidupnya kan mepet-mepet. Akhirnya dari satu wilayah yang kecil tampak gayeng, rukun, jadi bisa dikoordinir dengan mudah. Semua anak-anak mau datang ke sini kan bagus,” pungkasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close