Ekonomi

Bangun Kawasan Wisata di Ngantang, Investor Asing Siap Gelontor Dana Rp 15 Triliun

INDONESIAONLINE – Wilayah Ngantang, Kabupaten Malang akan bersiap digelontor anggaran fantastik dari investor dua negara yakni sebesar Rp 15 Triliun.

Anggaran investasi dari  Australia dan Kanada itu diperuntukkan untuk membangun kawasan pariwisata dengan luasan sekitar 500 hektar (ha). Sehingga bila rencana investasi kedua negara itu terealisasi, maka Ngantang akan berubah menjadi Kota Metropolitan dan menambah ‘kedigjayaan’ Kabupaten Malang sebagai wilayah pariwisata.

Rencana investasi belasan triliunan rupiah untuk sektor pariwisata, baik  pertanian, peternakan, wisata air dan berbagai potensi lainnya itu dibenarkan oleh orang nomor satu di Kabupaten Malang.

“Proposalnya sudah masuk ke kita dan sedang dipelajari. Untuk rencana investasi Rp 15 triliun dan pembangunannya murni dari pihak investor nantinya,” ucap n wisata waduk Selorejo, Kamis (9/1/2020).

Sanusi melanjutkan, rencana dalam proposal dua investor asing itu, tentunya disambut dengan baik. Saat Pemkab Malang juga sedang giat-giatnya menarik investor untuk masuk ke wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim). Sehingga, diharapkan adanya pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Malang.

Seperti diketahui Singosari telah bersiap dengan rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang melibatkan pihak ketiga (investor/pengembang) dalam pembangunannya. Di beberapa wilayah selatan pun para investor telah bersiap untuk menanamkan modal besarnya di bidang industri. 

Sehingga dengan adanya rencana investasi dengan jumlah triliunan rupiah di Ngantang, akan semakin menyinergikan pembangunan di beberapa kawasan di Kabupaten Malang.

“Kita terbuka dengan investor bahkan untuk berbagai perizinan sudah siap juga melayani dengan berbagai kemudahan sesuai kebijakan pemerintah pusat,” ujar Sanusi yang menyampaikan juga terkait tindaklanjut investasi dua negara asing itu direncanakan pertengahan bulan ini.

“Rencananya akan ada presentasi pertama dari pihak investor pada 15 Januari 2020,” imbuhnya.

Apa yang membuat dua negara itu tertarik untuk menanamkan duit triliunan rupiah di wilayah yang dikenal dengan wisata waduk Selorejo-nya ini?

Dari sisi geografis, wilayah Ngantang terbilang sangat dekat bagi masyarakat Kabupaten dan Kota lainnya di Jatim. Berbatasan langsung dengan Pujon, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Blitar, membuat Ngantang sebagai wilayah strategis bila dijadikan kawasan pariwisata.

Potensi keindahan alam Ngantang pun menjadi nilai tawar besar dalam konteks kepariwisataan. Dimana, wisatawan cukup banyak yang menyukai destinasi wisata dengan basis alam yang natural, khususnya para wisatawan mancanegara. 

Tak hanya itu Ngantang pun cukup dikenal sebagai salah satu wilayah wisata di Jatim. Selain Waduk Selorejo dengan berbagai kuliner khasnya, beberapa wilayah lainnya juga memiliki wisata berbasis alam. Ngantang Park, wisata petik jeruk, desa wisata, serta lainnya.

Embrio wilayah wisata berbasis alam di Ngantang yang telah terbentuk dan memiliki potensi besar dikembangkan inilah yang jadi bagian dari keunggulannya. 

Sanusi pun membenarkan potensi besar wisata Ngantang yang belum tergali dan tereksplorasi secara maksimal ini. Sehingga kedatangan dua investor dengan rencana menanamkan dananya sampai Rp 15 triliun merupakan kesempatan emas dalam mengoptimalkan potensi besar itu.

“Dampak langsungnya ke masyarakat Ngantang juga pada nantinya. Dengan adanya investasi akan membuka berbagai kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di sana,” ucapnya yang belum bisa menyampaikan konsep detail dari pengembangan wilayah Ngantang tersebut.

“Konsep dari investor sudah ada, tapi detailnya nanti saat presentasi mereka dengan kami,” pungkas Sanusi.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close