Ekonomi

Petani Apel Kota Batu Menjerit, Panen Alami Busuk Buah

INDONESIAONLINE – Para petani apel saat ini harus menangis, bagaimana tidak? Hasil panen mereka tidak membuahkan hasil yang maksimal.

“Gagal panen ini, karena cuaca yang seperti ini. Cuaca yang panas, lalu hujan. Ini membuat apel rusak,” ungkap Suyati, petani di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.

Kerusakan apel itu terjadi di kawasan Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Terlihat sebanyak 3 ton apel yang usai dipanen itu, memiliki penampilan yang tidak memuaskan.

Ya terdapat busuk pada beberapa bagian buah apel tersebut. Karena itulah membuat Suyati bersama dengan petani lain memanen dengan perasaan yang kecewa.

“Busuk buah ini memang sesuatu yang sulit diatasi. Karena itu banyak petani yang pindah jadi petani jeruk,” imbuhnya, Kamis (9/1/2020).

“Padahal ini panen ke tiga yang berhasil berbuah. Dua kali panen sebelumnya tidak bisa berbuah,” ucap Suyati sambil membersihkan apel.

3 ton hasil panen itu dari lahan seluas 2 ribu meter. Bukan hanya busuk buah saja, harganya pun juga ikut turun.

Ya kini harga apel Rp 6.500 per kilogram untuk yang jenis manalagi. Sudah jatuh tertimpa pohon pula, ungkapan itu mungkin yang sedang dirasakan pata petani apel di Kota Batu. 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close