Hukum dan Kriminalitas

Dewan Minta Proses Pembangunan Bangunan Bermasalah di Kota Batu Dihentikan

INDONESIAONLINE – Dua bangunan yang sedang dalam proses pembangunan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di area Joglo Batu di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu dan di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji diminta untuk dihentikan, Kamis (9/1/2020).

Ya Komisi A dan C saat melaksanakan inspeksi mendadak beberapa bangunan yang di Kota Batu minta agar tidak ada lagi proses pembangunan hingga mendapatkan IMB dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTST dan Naker).

“Kami minta untuk dihentikan sementara pembangunannya, setelah mengurus izinnya sampai selesai baru bisa dilanjutkan,” ungkap Didik Mahmud,  ketua Komisi C DPRD Kota Batu.

Seperti halnya area pembangunan yang akan dibuat kandang kambing di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji itu pada Minggu depan agar pemilik datang ke dinas terkait untuk mengurus perizinan.

“Minggu depan kami minta untuk hadir ke dinas terkait, lalu agar bisa menyelesaikan perizinan. Yang punya orang Surabaya,” imbuhnya.

“Mereka yang belum mengajukan izin ada aktivitas. Zona hijau itu intinya zona yang hanya dipakai pertanian,” tambah Didik.

Sementara itu Pelaksana Tugas (plt) Kepala Satpol PP Kota Batu Muhammad Noer Adhim menambahkan, pembangunan dihentikan sementara sambil menunggu proses lebih lanjut. “Jadi bukan hanya orangnya yang datang. Tapi arahan dari dinas perijinan juga seperti apa harus ditaati,” ungkap Adhim.

Di sana terdapat pembangunan pembuatan kandang. Dilarangnya pembangunan di sana karena dalam Rencana Tata Ruang Wilayah zonasi hijau dilarang ada pembangunan, kecuali untuk pertanian.

“Karena memang di zona hijau itu rawan ambruk. Ini juga seperti tanah pertanian baru diuruk. Masih belum padat masih ada potensi bergerak, melihat ada bangunan permanen,” tutupnya.

Ya kawasan Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji itu merupakan kawasan hijau atau pertanian, namun di sana sudah terdapat pembangunan tembok yang cukup tinggi.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close