Serba-Serbi

Puyer Cap Kupu-Kupu Hasto dan Tagar #TangkapHastoPDIP

INDONESIAONLINE – Dunia maya sedang ramai-ramainya membahas operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK jilid baru. Dimana, empat orang dalam kasus dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR dari PDI-Perjuangan periode 2019-2024 telah dikenakan status tersangka oleh KPK. 

Yakni, Wahyu Setiawan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Agustiani Tio Fidelina (mantan Bawaslu), Harun Masduki (caleg PDI-P asal Sumatera Selatan) dan Saeful Bahri dari pihak swasta.

Lantas apa hubungan OTT KPK itu dengan puyer cap kupu-kupu, Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristianto dan tagar yang kini viral di media sosial yaitu #TangkapHastoPDIP yang saat ini telah mencapai 33,2 ribu cuitan warganet.

Dari berbagai sumber, OTT KPK juga menangkap dua orang yang diduga staf Sekjen PDI-Perjuangan. Penangkapan inilah yang membuat KPK menelusuri sumber dana kasus suap terkait penetapan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI pengganti antar waktu (PAW). Selain itu, KPK melakukan konstruksi perkara terjadinya OTT terkait kasus PAW DPR PDI-Perjuangan.

Dimana, awal Juli 2019 lalu, ada perintah kepada Doni (Donny Tri Istiqomah) yang juga ikut ter-OTT KPK dalam kasus ini, dari pengurus DPP PDI-Perjuangan untuk mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. 

Gugatan ini terkait dengan meninggalnya caleg terpilih atas nama Nazarudin Kiemas yang mendulang suara terbanyak.

Dari putusan MA yang menetapkan partai adalah penentu suara dan pengganti antar waktu, tercantum nama pemberi kuasa gugat ke Doni. Yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Dari konstruksi itu pula, KPK tak menutup kemungkinan akan memanggil pihak-pihak terkait dalam kasus itu. Tak terkecuali Hasto, jika pada proses penyidikan terindikasi ikut terlibat.

“Ini kembali ke penyidikan. Mungkin tidak saja hanya kepada Hasto tetapi mungkin kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan pengembangan perkara ini,” kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar, di Gedung KPK, Kamis (9/1/2020) malam kemarin kepada media.

Pernyataan inilah yang membuat wartawan pun menunggu keterangan Hasto setelah adanya OTT KPK. Dimana, Hasto sedianya akan memberikan keterangan pers mengenai Rakernas PDIP di JI-Expo Kemayoran, Jakarta, pukul 12.00 WIB kemarin. 

Tak kunjung tiba, akhirnya Hasto baru datang pukul 17.00 WIB sambil memegang perutnya, dan menyampaikan ke media dirinya mengalami sakit perut/diare. “Rumah saya kebanjiran, mobil dua tenggelam, maka tadi kena diare,” ucapnya. 

Cerita pun berlanjut terkait puyer cap kupu-kupu. Hingga Hasto bisa hadir dan memberikan keterangan terkait persiapan HUT PDI-Perjuangan ke-47 yang hari ini digelar di Jakarta.
Dirinya menyampaikan, diarenya sembuh karena meminum puyer cap kupu-kupu. 

“Teman saya memberikan puyer cap kupu-kupu, itu obat tradisional. Dengan puyer cap kupu-kupu ternyata sangat ampuh, sehingga saya langsung meninjau kegiatan persiapan HUT PDIP ke-47,” ucap Hasto.

Cerita inilah yang membuat warganet pun ramai di media sosial dengan tagar #HastoMencret. Berbagai sindiran warganet memenuhi tagar tersebut, terutama dengan adanya pernyataan tersangka Saeful Bahri, yang awalnya disebut pihak swasta, ternyata orang kepercayaan Hasto, menyampaikan dengan kesal saat dicecar pertanyaan media terkait pemberi uang suap ke Wahyu berasal dari Sekjen PDI-Perjuangan.

“Iya, iya (sumber dari Hasto),” singkatnya seperti dikutip RMOL.ID (Jumat, 10 Januari 2020).

Akun @Mouza_zild mempertegas isi berita itu, “Saeful Bahri Akui Sumber Duit Suap Untuk Komisioner KPU Berasal Dari Hasto …Saeful akhirnya membenarkan jika sumber uang suap berasal dari Sekjen PDIP. “Iya, iya (sumber dari Hasto)” singkatnya,” cuitnya.

@Naoliviea juga menciutkan tagar itu, “Yang ditetapkan tersangka oleh KPK adalah Wahyu Setiawan yg merupakan Komisiomer KPU, tp knp Pak #HastoMencret ? Siapa yg bisa jelasin ke sy knp Pak #HastoMencret ?” tulisnya.

Walau telah dijawab Hasto bahwa dirinya memang diare dikarenakan banjir, warganet tak begitu mempercayainya. Apalagi dengan adanya pernyataan Saeful bahwa uang suap itu berasal dari Hasto. Maka, tagar lainnya pun dilahirkan warganet.

Pernyataan Saeful inilah yang akhirnya membuat warganet pun melahirkan #TangkapHastoPDIP yang telah jadi trending topic twiter hari ini. Tagar ini pun semakin ‘menyudutkan’ Hasto, baik dengan adanya berita pernyataan Saeful maupun adanya insiden penangkapan anggota OTT KPK saat memantau aktifitas Hasto  di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Rabu  (8/1/2020) lalu. Anggota OTT KPK ditangkap dan diinterogasi serta dipaksa tes urine saat melakukan tugas memantau Hasto.

Walau telah diklarifikasi langsung oleh Plt Juru Bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, bahwa insiden itu terjadi karena murni salah paham.

“Saya sudah jelaskan tadi ke Pimpinan karena hanya kesalahpahaman saja. Jadi memang saat itu petugas kami ada di sana (PTIK) untuk melaksanakan salat di masjid. Kemudian di sana ada pengamanan sterilisasi tempat,” ucap Fikri di Gedung seperti dikutip idtoday.co.

Tapi, warganet semakin tersulut dan berasumsi ada sesuatu di balik insiden tersebut. Maka #TangkapHastoPDIP mencuat dan jadi ruang kritik keras masyarakat Indonesia pengguna internet di Twitter.

@Q1ran14yar4, “Saat operasi senyap, Hasto diduga menghindari kejaran tim penyelidik KPK dg berlindung di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di daerah JakSel. Tim KPK pun gagal menemui Hasto lantaran dicegah oleh aparat kepolisian stempat,” cuitnya.

@Bukan_KPK menulis satir untuk PDI-Perjuangan, “Kado terindah untuk Bu Mega?” cuitnya.

Seperti diketahui PDI-Perjuangan hari ini sedang menggelar Rakernas sekaligus HUT ke-47 nya.

Akun @PartaiSocmed juga ikut berkomentar dalam #TangkapHastoPDIP sebagai berikut, “Tak heran jika PDIP merupakan inisiator utama Revisi UU KPK. Menunggu izin Dewan Pengawas keburu dipindahin itu barbuk! ” cuitnya.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close