Pemerintahan

Revitalisasi Pasar Sukun Molor, Dewan Tinjau Progress Pembangunan

INDONESIAONLINE –  Revitalisasi Pasar Sukun molor dari target. Semula, pembangunan pasar itu ditarget Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pada akhir Desember 2019. Namun, hingga memasuki minggu kedua Januari 2020 proses tersebut tak kunjung terselesaikan.

Melihat kondisi tersebut, Komisi B DPRD Kota Malang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di area Pasar Sukun, Jumat (10/1). Mereka melakukan pemantauan dalam progress pembangunan. Hasilnya, target perencanaan dari pihak pemborong tidak tervalidasi dengan benar.

Salah satu yang menjadi penyebab molornya penyelesaian pembangunan Pasar Sukun ini karena proses pembongkaran bangunan lama yang cukup memakan waktu. Paling tidak untuk pembongkaran itu membutuhkan waktu hingga 40 hari.

“Kalau tadi dilihat molornya itu ada dipihak pengembangnya. Infonya, memang 1,5 bulan molor karena dalam hal pembongkarannya (bangunan lama) itu terlambat,” ujar Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Trio Agus.

Selain itu, faktor cuaca juga disinyalir menjadi penyebab molornya progress pembangunan. Karena pemborong memperhitungkan keselamatan para pekerja yang mengerjakan pembangunan Pasar Sukun.

Meski begitu, dari peninjauan kali ini ia optimis akhir bulan ini pembangunan pasar bisa terselesaikan sesuai janji yang diungkapkan pihak pemborong. Tapi, dari keterlambatan itu Pemkot Malang harus membayar denda.

“Tapi apapun, ini kan sudah ada komitmen, tidak berlarut-larut dan bisa segera dilakukan. Dari pihak pengembang juga sudah all out ya. Harapannya segera bisa di selesaikan akhir bulan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan dari molornya target pembangunan itu pihaknya siap membayar denda sesuai aturan yang berlaku. Besaran yang dibebankan pada kontraktor mencapai Rp 500 ribu per harinya.

Angka itu disesuaikan dengan hitungan sepermil yang dibebankan pada kontraktor saat keterlambatan mengerjakan proyek. Saat ini progress pembangunan sudah 91 persen, pihak pemborong diberi waktu selama 50 hari.

“Target kita, akhir januari selesai, kalai masih belum selesai maksimal batas waktunya 50 hari harus tuntas. Ini kan masih 2 minggu. Insya Alloh, pihak pemborong menyatakan nggak akan sampai 50 hari,” tandasnya.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close