Hukum dan Kriminalitas

Sempat Ganggu Mobil Luar Kota, 4 Penjual Stiker 2 TKP Ditertibkan Polisi

INDONESIAONLINE – Sat Sabhara Polres Malang Kota, melakukan penertiban para penjual stiker di Kota Malang, (10/1/2020). Pentertiban tersebut dilakukan karena adanya laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan cara para penjual stiker yang memaksa pengendara untuk beli.

Hasilnya empat orang penjual stiker yang diduga seringkali memaksa pengendara untuk membeli sempat diintrogasi dan diamankan petugas. Empat oknum tersebut diamankan dari dua lokasi, yakni di kawasan perempatan Gadang, Kecamatan Sukun, Kota Malang dan Jalan Simpang 4 ITN, Kota Malang.

Kasat Sabhara Polresta Malang Kota, Kompol Suko Wahyudi, menjelaskan, jika sebelumnya terdapat keluhan dari pengendara luar kota yang mengadu saat pulang ke Malang dari Surabaya menjadi korban pemaksaan oknum penjual stiker di kawasan Gadang.

Mereka menganggu dengan melakukan coretan ataupun membaret pada mobil, jika pengendara tak membeli atau memberinya uang, khususnya mereka yang berplat luar kota.

“Makanya kami tindaklanjuti itu, atas perintah pimpinan kami langsung lakukan penertiban terhadap oknum-oknum penjual stiker,” ungkap Kasat Sabhara, Kompol Suko Wahyudi (10/1/2020).

Korban yang sempat mengadu merupakan seorang wanita yang bertempat tinggal di Malang, namun bekerja di kawasan Surabaya. Ia mengadu jika mobilnya sempat dicoret karena ketika ditawari stiker, ia tak membeli.

“Korban setiap Minggunya pulang ke Malang. Nah diduga pas pulang itu pakai plat kendaraan luar kota, seperti L, makanya mungkin langsung sedikit jahil,” bebernya.

Lanjutnya, dari beberapa oknum penjual stiker yang sempat ditertibkan tersebut, beberapa diantarnya merupakan warga asal luar Malang. Ada mereka yang asli Karawang.

“Ya ada yang anak luar kota. Sebenarnya selama itu nggak memaksa tidak meresahkan masyarakat nggak apa-apa. Tapi kalau meresahkan tentu akan kita tertibkan,” bebernya.

Meskipun sempat diamankan petugas Sat Sabhara, Polres Malang Kota, keempat penjual stiker kemudian hanya diberikan sanksi tindak tipiring. Mereka diimbau untuk tidak melakukan hal-hal yang membuat keresahan masyarakat.

“Kami tipiring dan kami imbau untuk kembali ke daerahnya. Kami juga minta masyarakat yang memang menjadi korban seperti itu, bisa segara melapor ke pos yang terdekat, sehingga bisa segera ditertibkan,” pungkasnya.

 

 

 

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close