Pendidikan

Datangkan Pendongeng Nasional, Unikama Ajak Guru Paud dan Mahasiswa Aplikasikan Mendongeng Saat Mengajar Anak Usia Dini

INDONESIAONLINE – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PG PAUD, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar seminar nasional dan workshop  perihal pendidikan anak usia dini. Seminar nasional dan workshop yang bertema “Teknik Mendongeng untuk Mengembangkan Karakter dan Bahasa Anak Usia Dini”, tersebut mendatangkan master dongeng nasional, yakni Bambang Bimo Suryo (11/1/2020).

“Kan sekarang penggunaan gadget tengah marak dari berbagai usia, maka di tingkatan PAUD kegiatan mendongeng harus dilakukan oleh guru. Hal ini tentunya untuk distraksi (mengalihkan perhatian) anak dari terpaan gadget,” ungkap Kaprodi PG Paud, Henny Anggraini M.Psi

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika kegiatan tersebut juga merupakan upaya dalam meningkatkan skill guru dan mahasiswa agar mereka bisa menggunakan metode mendongeng dalam memberikan pendidikan bagi anak usia dini, yang itu bisa menambah kognitif anak.

“Jadi kali ini pesertanya guru PAUD se Kota Malang dan para mahasiswa. Mendongeng ini sangat berguna untuk meningkatkan perkembangan kognitif, Sosio emosional maupun bahasa dari si anak,” jelasnya

Sementara itu, pemateri, Bambang Bimo Suryono menjelaskan, mendongeng merupakan satu metode yang mudah digunakan untuk memberikan pembelajaran bagai anak. Dibandingkan dengan pelajaran biasa mendongeng memang memiliki keunggulan tersendiri.

Terdapat beberapa kiat yang baik dalam mendongeng. Yang pertama, dijelaskan Bimo, sapaan akrab pendongeng nasional tersebut, adalah menyelami perasaan dan kadar akal dari anak-anak serta membangun keakraban yang baik pada awal sebelum memulai mendongeng.

Kemudian yang kedua, setelah mendapat kepercayaan dari anak-anak, maka pilihlah sebuah tema atau cerita yang menarik untuk diceritakan pada anak-anak. Dalam hal ini, tema yang dipilih tentunya harus membuat para anak-anak merasa senang dan tak malah ketakutan.

“Biasanya anak-anak lebih suka pada cerita yang berhubungan dengan humor, kepahlawanan ataupun berkaitan tentang binatang. Tapi kalau yang berkaitan dengan hal fiksi atau pahlawan fiksi maka lebih masuk ke motorik anak,’ bebernya. 

Selanjutnya, untuk lebih menyemangati para anak-anak dan membuat mereka antusias untuk mendengarkan dongeng, maka setidaknya siapkan hadiah untuk mereka siswa-siswa atau anak-anak. Misalkan saja paling tenang, paling antusias dan dan bisa menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan nantinya.

“Kemudian seorang guru juga diharapkan mampu memperkaya cerita ataupun mungkin menambah kompetensi lainnya selain berdongeng, seperti misalnya membaca puisi yang bisa saja dipadukan dengan dongeng. Hal itu tentu akan menambah entertaint dalam mendongeng,” paparnya

Dan yang terakhir, guru juga diharapkan untuk menambah benchmark dari para pendongeng lainnya, yang itu akan berguna untuk pengembangan dalam teknik dongeng maupun pengayaan dalam hal penceritaan.

Show More

Related Articles

Back to top button
Close