Politik

Rakorda 2020, PKS Targetkan Kursi Kepala Daerah di Pilwali Kota Malang 2024

INDONESIAONLINE – Rapat koordinasi daerah (Rakorda) 2020, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang targetkan kursi kepala daerah dalam pesta demokrasi 2024 mendatang. Bukan hanya itu, suara yang didulang dalam pemilihan anggota DPRD Kota Malang juga ditargetkan kembali mengalami kenaikan yang signifikan dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Ketua Bidang Polhukam DPD PKS Kota Malang periode 2015-2020, Trio Agus Purwono, STP menyampaikan, dalam pesta demokrasi 2019, perolehan kursi di DPRD Kota Malang meningkat tajam yaitu mencapai 100 persen. Dari awalnya tiga kursi yang diperoleh dalam Pemilu 2014 menjadi enam kursi di 2019.

Jumlah pemilih atau masyarakat yang memilih PKS naik dua kali lipat dari 25 ribu di 2014 menjadi 50 ribu di 2019. Hal itu menjadikan DPD PKS Kota Malang menjadi pemenang pemilu ke tiga di Kota Malang dan berhak mendapatkan posisi Wakil Ketua DPRD Kota Malang dan beberapa Alat Kelengkapan Dewan strategis lainnya.

Lompatan itu menurutnya menjadi sejarah tersendiri bagi PKS Kota Malang jika dibandingkan kursi yang diperoleh di tahun 2004 dan 2009 yang cuma lima kursi dan malah mengalami penurunan di 2014 yang hanya tiga kursi.

Walaupun diisukan mengalami gonjangan internal dan diprediksi tidak akan lolos ET, namun hal itu tidak mempengaruhi soliditas kader dan simpatisan yang terus bekerja pada pemilu 2019 lalu, dan PKS Kota Malang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Pencapaian itu diraih selama masa kepemimpinan Ustadz Ernanto Joko Purnomo dalam periode lima tahun terakhir,” katanya pada MalangTIMES, Sabtu (11/1/2020).

Pencapaian enam kursi di DPRD Kota Malang tersebut menurutnya menjadi tantangan tersendiri untuk PKS. Terutama dalam menjawab keinginan dan harapan masyarakat yang telah memilih kader PKS.  Selain itu juga berkaitan dengan kemampuan dan komitmen PKS dalam melayani masyarakat Kota Malang.

“Pertanyaan selanjutnya, apakah PKS mampu merealisasikan janji-janji politiknya?  Atau pada akhirnya PKS hanya akan terjebak dalam rutinitas dan aktifitas yang biasa-biasa saja,” tambah Trio.

Dia menyebut, tantangan itu akan kembali diuji lagi dalam Pilwali 2024 dan Pemilu 2024. Dengan enam kursi di DPRD, harusnya PKS mampu memaksimalkan perannya untuk lebih berkhidmat melalui kadernya yang akan dimajukan sebagai calon walikota atau calon wakil walikota di Pilwali 2024. Selain itu, PKS juga ditantang untuk bertahan atau bahkan meningkatkan perolehan suara dibanding Pemilu 2024.

“Dan ketika pemilu 2024 apakah PKS mampu meningkatkan perolehan suaranya naik lagi 100 persen seperti 2019 menjadi 12 kursi nantinya ? Ini semua yang harus dijawab dan dirancang oleh seluruh pengurus, kader dan simpatisan PKS Kota Malang dari sekarang,” jelasnya.

Dia menilai, menjadi hal yang sangat penting dan mendesak agar PKS segera merefresh kembali konsistensi, kedisiplinan dan semangat kerja pengurus, kader dan anggotanya. Menata kembali visi, misi dan program kerjanya di 2020. Membenahi struktur organisasi mulai dari level Dewan Pengurus Daerah (DPD) sampai dengan Dewan Pengurus Ranting (DPRa)  termasuk  Koordinator RW dan RT (Korwe dan Korte).

Termasuk rencana besar bagaimana roadmap meningkatkan kuantitas dan kualitas pengurus dan kadernya.  Momentum RAKORDA 2020 PKS Kota Malang ia sebut menjadi salah satu langkah besar untuk mendesain hal itu semua.

“Tahun 2020 merupakan tahun terakhir dalam  kepengurusan DPD PKS Kota Malang periode 2015 – 2020. Kepengurusan yang dinakhodai Ust. Ernanto Joko Purnomo ini akan berakhir setelah rangkaian suksesi kepengurusan PKS yang baru untuk periode 2020 – 2025,” tambah Trio.

Meski tinggal satu tahun lagi, dan telah selesainya hajatan politik di 2019, lanjutnya, bukan berarti sisa kepengurusan yang saat ini bisa bersantai ria dan hanya tinggal menunggu demisioner saja. Justru tahun 2020 ini sebagai pembuktian bagi PKS.

“Apakah sebagai partai politik hadir hanya sekedar mencari suara dan dukungan saja di Pemilu atau benar-benar sesuai dengan visi dan misinya berjuang dan berkhidmat kepada masyarakat. sehingga konsekuensinya ada atau tidak ada pemilu PKS harus tetap bekerja untuk rakyat,” pungkas Trio.

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close