Ruang Sastra

KITAB INGATAN 88

Demi Jarak

*dd nana

-3-

Demi jarak yang diciptakan

kita akhirnya mengerti persuaan

bukan sekedar bertemu dan bertamu

yang berakhir pada lipatan kisah-kisah

ringkih dan mudah dilupakan.

Atau pada cangkir-cangkir kopi yang

menyisakan ampas hitam yang mengendap

menuju pusaranya.

“Kupertemukan kalian untuk mengenal jarak. Agar ingatan ingat ada kisah-kisah air mata, hujan, dan rasa takutnya rindu yang tersesat. Agar kalian purna jadi manusia.”

Demi jarak yang diciptakan

dari tubuh-tubuh yang siap terkuliti

dari sumber-sumber air terbening mata.

Hingga kisah-kisah berirama dan memuja

kulit tubuh yang didewasakan luka

perpisahan. Hingga senja sempurna 

disadap para penyair menjadi kata-kata

Kalimat-kalimat yang dijaga jarak akan membuat kita

terlihat sempurna.

Walau itu luka, walau itu duka.

Lihatlah paras yang ditempa jarak

Tubuh yang meminta sua

cahaya mata sebening air mata.

Memesona kisah yang menyerah pada paragraf perpisahan

memberinya ruang untuk melumerkan rindu

yang tertunda-tunda.

“Maka kupertemukan kalian untuk mengakrabi jarak. Agar ingatan ingat, hidup yang pendek butuh kisah yang tak mudah dilipat, mudah dilupakan.”

-4-

yang tabah setelah luka

menyayat kulit raganya.

Percayalah, bening getah tubuh

yang mengucur itu adalah kalimat

yang ditunggu rindu mata-mata 

yang kehilangan cahaya.

*Hanya penikmat kopi lokal
 

 

Show More
Back to top button
Close
%d blogger menyukai ini: